SerambiIndonesia/

Tafakur

Melayani Rakyat

Aslam, jangan kau jerumuskan aku ke dalam neraka. Kau bisa saja menggantikanku membawa karung gandum

Melayani Rakyat

Oleh Jarjani Usman

“Aslam, jangan kau jerumuskan aku ke dalam neraka. Kau bisa saja menggantikanku membawa karung gandum ini, tetapi apakah kau mau memikul beban di pundakku kelak di Hari Pembalasan?” (Umar bin Khattab r.a.).

Kenaikan upah sangat dinanti-nantikan oleh banyak penguasa dan aparat di setiap negeri. Bahkan, sebahagian orang yang memegang kekuasaan langsung menaikkan gajinya besar-besaran walaupun kerjanya tidak seberapa dan rakyatnya menderita tak terlayani. Supaya tak terlihat gajinya melambung, dipecahkan ke dalam sejumlah item, mulai dari gaji, biaya rumah, biaya ini, biaya itu, dan entah biaya apalagi. Bahkan kalau perlu, tidur sewaktu sedang jam kerja pun diberi upah.

Berbeda dengan sahabat Rasulullah Umar bin Khattab r.a. yang sewaktu menjadi pemimpin umat sama sekali tak mau mengusulkan agar gajinya dinaikkan walau telah bersungguh-sungguh melayani rakyatnya. Bahkan, pernah diusul oleh orang lain, beliau menolaknya. Bukan hanya menolak, tetapi Umar marah besar begitu mendengar usulan tentang kenaikan gajinya yang disampaikan melalui anaknya.

Khalifah Umar bin Khattab adalah seorang hamba yang tahu diri dan sangat takut kepada Allah. Walaupun sempat memegang tampuk pimpinan, beliau tak berlomba-lomba untuk menumpuk kekayaan pribadi. Tidak juga berlomba-lomba mempermewah rumahnya atau kendaraannya. Hidupnya seperti (hidupnya) rakyat kebanyakan. Beliau bertanggung jawab terhadap keadaan rakyatnya. Beliau pemimpin yang melayani. Seperti saat ingin membawa sekarung gandum untuk rakyatnya yang sedang kelaparan. Bahkan sewaktu ingin dibantu (bawa gandum) oleh stafnya, beliau menolaknya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help