SerambiIndonesia/

Satu Keluarga Mengungsi

M Yusuf (41) bersama istri Nurlela (35) serta enam anaknya, warga Desa Matang Teungoh, Kecamatan Lhoksukon

Satu Keluarga Mengungsi
DOK. BPBD
Rumah Nek Aisyah di Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh rusak ditimpa pohon mangga yang tumbang akibat angin kencang 

* Rumahnya Roboh Tertimpa Pohon

LHOKSUKON - M Yusuf (41) bersama istri Nurlela (35) serta enam anaknya, warga Desa Matang Teungoh, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, sudah seminggu terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya. Sebab rumah berkonstruksi kayu yang selama ini mereka tempati roboh tertimpa pohon pada Sabtu (8/7).

“Rumah yang ditempati M Yusuf rusak parah karena tertimpa pohon. Setelah kejadian itu, dia dan keluarganya harus menumpang di rumah tetangganya, karena rumah mereka sama sekali tak bisa ditempati lagi,” kata Keuchik Mantang Teungoh, Muhammad Nasir kepada Serambi, Rabu (12/7).

Keuchik Matang Teungoh menceritakan, pohon yang berada di dekat rumah M Yusuf, tumbang dan menimpa rumah itu setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dan angin kencang. “Saat itu M Yusuf sedang di rumah bersama istrinya. Tiba-tiba pohon itu ambruk dan menimpa rumah. Lalu, dia dan keluarganya langsung menyelamatkan diri,” kata Nasir.

Lalu tak lama kemudian, kata Keuchik, bagian atap rumah M Yusuf tak mampu menahan beban pohon tersebut, sehingga rumahnya roboh. “Akibat kejadian itu, barang-barang di dalam rumahnya juga ikut hancur. Korban hanya bisa mengambil baju yang sudah basah di dalam rumahnya,” kata Keuchik Muhammad Nasir.

Menurut Muhammad Nasir, korban termasuk salah satu keluarga miskin. Sehingga sampai sekarang tidak mampu memperbaiki rumahnya yang rusak parah. “Untuk kebutuhan makan sehari-hari saja susah. Selain itu, rumah itu juga tak bisa diperbaiki lagi, kayu-kayunya sudah banyak yang hancur dan lapuk,” ujar Keuchik.

Karena itu, Keuchik Matang Teungoh mengharapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersedia membangun rumah yang layak huni, agar korban bersama keluarganya itu tidak terus-terusan menumpang di rumah tetangganya. Apalagi lima dari enam anaknya harus sekolah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar yang ditanyai Serambi mengatakan, setelah kejadian pihaknya menurunkan petugas untuk memindahkan pohon yang menimpa rumah itu. Ia juga sudah meminta Camat Lhoksukon melaporkan kejadian itu ke dinas sosial agar korban mendapatkan bantuan masa panik.

Camat Lhoksukon Saifuddin kepada Serambi mengatakan, ia sudah laporkan kejadian itu ke dinas sosial. Tapi Camat belum menerima laporan apakah korban sudah mendapat bantuan masa panik atau belum. “Saya juga sudah minta keuchik membuat proposal pembangunan rumah layak huni, agar kita ajukan ke dinas atau ke baitul mal,” kata Camat Lhoksukon.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help