SerambiIndonesia/

Tersangka Utama Pemerkosa dan Pembunuh Remaja 16 Tahun Ditangkap Polisi India

Kepala kepolisian Himachal Pradesh Zahur S Zaidi mengatakan, tersangka berusia 29 tahun itu sudah ditangkap dan kini tengah menjalani interogasi.

Tersangka Utama Pemerkosa dan Pembunuh Remaja 16 Tahun Ditangkap Polisi India
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Kepolisian India, Kamis (13/7/2017), menangkap tersangka utama kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang remaja perempuan di kota wisata pegunungan, Shimla.

Penemuan jenazah remaja 16 tahun itu memicu kekhawatiran dan kemarahan warga di Himachal Pradesh, negara bagian India dengan angka kasus perkosaan terendah.

Berdasarkan hasil otopsi, gadis yang jenazahnya ditemukan dua hari setelah diculik dalam perjalanan pulang dari sekolah menunjukkan dia diperkosa beramai-ramai sebelum dicekik hingga tewas.

Selain diperkosa, remaja perempuan itu juga disiksa yang berakibat adanya luka memar di sekujur tubuhnya termasuk patah tulang di salah satu kakinya.

Kepala kepolisian Himachal Pradesh Zahur S Zaidi mengatakan, tersangka berusia 29 tahun itu sudah ditangkap dan kini tengah menjalani interogasi.

Zaidi mengatakan, personelnya masih terus melakukan investigasi dan dia berharap lebih banyak tersangka lagi yang akan ditangkap.

"Tersangka adalah pecandu narkoba dan diduga kuat terlibat dalam kasus perkosaan ini," ujar Zaidi.

India memiliki catatan kasus perkosaan yang sangat mengerikan yaitu hampir 40.000 kasus perkosaan dilaporkan setiap tahun.

Diyakini, jumlah kasus perkosaan jauh lebih tinggi dari angka resmi karena banyak korban yang enggan melaporkan peristiwa yang menimpa mereka.

Di ibu kota New Delhi, misalnya, pada 2015 sebanyak 2.200 kasus perkosaan dilaporkan ke kepolisian artinya dalam satu hari rata-rata terjadi enam kasus perkosaan.

Sementara Himachal Pradesh, negara bagian yang terletak di pegunungan Himalaya hanya mencatat 244 kasus perkosaan dalam kurun waktu yang sama.(AFP)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help