SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Trio Fossbi Diragukan Tampil

Tiga pemain sekolah sepakbola (SSB) Fossbi Bintang Aceh dari Aceh Utara diragukan tampil dalam Final nasional

Trio Fossbi Diragukan Tampil
Pemain SSB Fossbi Bintang Aceh yang mengikuti final nasional Danone Nations Cup (DNC) 2017 foto bersama di bandara internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (12/7). SERAMBI/MUHAMMAD HADI 

* Final Nasional Piala Danone

BANDA ACEH - Tiga pemain sekolah sepakbola (SSB) Fossbi Bintang Aceh dari Aceh Utara diragukan tampil dalam Final nasional Danone Nations Cup (DNC) 2017 yang digelar 15-16 Juli di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Besutan Ajuran ini akan bersaing dengan 15 tim dari berbagai provinsi lain untuk mewakili Indonesia dalam final dunia pada 20-24 September di Amerika Serikat.

Tim SSB Fossbi dilepas oleh Bendahara Umum KONI Aceh, Kennedy Husein di bandara internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (12/7). Hadir Sekum Asprov PSSI Aceh, Khaidir TM, Koordinator Aqua DNC Regional Aceh, Zahirsyah Oemardy, Ketua Panitia DNC, M Ansar, Penanggung Jawab Pertandingan DNC, Toni A Galong, dan Manajer SSB Fossbi Rabu Juli.

Pelatih SSB Fossbi Bintang Aceh, Ajuran kepada Serambi kemarin mengatakan, kendala yang dihadapi oleh tim ada satu stoper andalan, Farhan Naufal kena kaca saat Lebaran sehingga mendapat empat jahitan. Ia belum bisa latihan satu hari pun sampai sekarang. Tapi Farhan tetap dibawa karena aturan Piala Danone tidak ada istilahnya tukar pemain. Makanya Farhan masih fifty-fifty untuk bermain. Tiga pemain lain, M Sultan, M Darman dan Hadiyan Alba Ithan lepuh di kakinya di bagian belakang akibat faktor cuaca panas. “Semua pemain kita bawa, tapi ada tiga pemain yang masih kita ragukan tampil. Masih fifty-fifty,” ujarnya.

Dikatakan Ajuran, sebelumnya tim punya target setidak-tidaknya lolos ke final saja, seperti tahun 2012. Tapi faktor beberapa hal tadi akibat pemain cidera, jadi target tersebut dibatalkan. Sebenarnya pihaknya sudah punya target karena pemain sudah cukup bagus setelah melihat hasil try out dengan meraih juara dua dalam HUT SSB Bintang Pase. Seandainya semua pemain fit, mungkin lebih bagus dari tim kemarin. “Mudah-mudahan doa dari masyarakat Aceh, supaya mereka tidak terlalu terpuruk dari musim yang lalu. Semoga membawa nama Aceh dengan prestasi terbaik nantinya,” harapnya.

Menurut Ajuran, dalam puasa kemarin mereka tidak menggelar latihan karena anak-anak tinggal berpencar. Pemain hanya sempat menjalani latihan selama satu minggu mulai 4-11 Juli. Malamnya berangkat dan tiba di Banda Aceh, Rabu (12/7) pagi. “Pemain menuju ke bandara setelah melaksanakan shalat di Masjid Raya Baiturrahman,” ujarnya. Sekretaris Umum Asprov PSSI Aceh, Khaidir TM mengatakan, tim ini merupakan pahlawan bagi Tanah Rencong. Seperti impian tim dulu yang membawa nama Aceh hingga tingkat nasional dan internasional. Ia berharap prestasi yang sama bisa diraih nantinya. Meskipun tak gampang dan mudah meraih prestasi seperti dulu. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mencapainya.

Sedangkan Koordinator Aqua DNC Regional Aceh, Zahirsyah Oemardy mengatakan, tim SSB Fossbi Bintang Aceh ini juara Piala Danone Aceh 2017. Mereka menyisihkan 47 tim lain ditingkat provinsi dan 25 tim di Aceh Utara. SSB Fossbi akan bergabung dengan 15 tim lain dari berbagai provinsi. Tim juara nasional akan mengikuti final dunia di Amerika Serikat pada September mendatang. “Kita harapkan adek-adek bisa seperti SSB Putra Muara Cunda ke Polandia. Semoga tim ini bisa mengukir prestasi di tingkat nasional,” harapnya.

Kalian harus tampil dengan kompak dan bersemangat. Karena tim lain juga sama. Tapi kita harus bersemangat untuk mengalahkan lawan. Jangan takut menghadapi tim lain. Aceh pernah juara sepakbola di Australia. Tapi yang penting punya tekad, semangat, kompak dan jangan emosi. Apa yang telah pelatih pesan harus didengar. Main yang bagus dan percaya diri bahwa tim lain pernah dikalahkan. Begitu main langsung dalam pikiran cetak gol. Karena main cuma 15 menit. Jangan emosi karena akan merusak permainan dan kena hukuman. (adi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help