SerambiIndonesia/

7 Mitos Salah Kaprah Tentang Sunat

Dalam bahasa ilmiah, sunat disebut Sirkumsisi, yaitu pembedahan untuk menghilangkan sebagian kulit yang menutupi kepala penis.

7 Mitos Salah Kaprah Tentang Sunat
Net
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Sunat bagi laki-laki secara medis sangat baik untuk kesehatan.

Selain sebagai ajaran agama maupun adat, tradisi sunat diakui manfaatnya karena memiliki dampak positif terhadap kesehatan dan kebersihan.

Dalam bahasa ilmiah, sunat disebut Sirkumsisi, yaitu pembedahan untuk menghilangkan sebagian kulit yang menutupi kepala penis.

Seiring tradisi sunat itu dilakukan masyarakat, muncul berbagai mitos baik yang berhubungan secara medis maupun ada pula yang tidak berhubungan sama sekali, bahkan mengarah kepada takhayul.

Ada 7 mitos salah kaprah yang menyerbar di masyarakat, berikut ini penjelasnnya.

Melansir Kompas.com, dr Mahdian Nur Nasution dari klinik Rumah Sunatan menjelaskan 3 fakta pertama mengenai sunat.

1. Sunat membuat pertumbuhan anak semakin cepat

Faktanya pertumbuhan seorang anak tidak berhubungan langsung dengan sunat.

Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah hormon, gizi dan keturunan.

"Hanya kebetulan saja kalau misalnya anak setelah di sunat menjadi lebih cepat. Karena budaya orang Indonesia di sunat bersamaan dengan usia masa pertumbuhan, yaitu sekitar 10 - 12 tahun," kata dr Mahdian.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help