SerambiIndonesia/

Jok Paten MBtech Lebih Diminati

Jok mobil paten MBtech lebih diminati pelanggan karena pemasangannya lebih rapi dan elegan, sehingga permintaan

Jok Paten MBtech Lebih Diminati
Pemasangan jok mobil paten MBtech yang diminati oleh pelanggan. Foto/Ist 

BANDA ACEH - Jok mobil paten MBtech lebih diminati pelanggan karena pemasangannya lebih rapi dan elegan, sehingga permintaan untuk produk MBtech juga cukup tinggi di Aceh. Selain jok paten, jok mobil juga dapat dimodifikasi menggunakan jok sarung dan jok semi paten.

General Manager (GM) PT Polystar International (MBtech), G Setiyanto menyampaikan hal ini lewat siaran pers kepada Serambi, Kamis (13/7). Ia menjelaskan jok paten dikerjakan melalui pelepasan lapisan jok lama dan digantikan dengan bahan pelapis baru. Selanjutnya dilakukan fitting bodi (bentuk dan busa) jok sesuai pola dan kondisi kendaraan, sehingga akan terlihat tampil sangat pas, firm, rapi, dan lebih nyaman.

“Istilah modifikasi jok sebenarnya yang paling tepat untuk jok paten ini. Sebab dilakukan penggantian lapisan bahan secara menyeluruh dan bahkan tak jarang dilakukan pula penggantian dan penambahan busa,” ujarnya.

G Setiyanto menjelaskan keuntungan sistem jok paten adalah dapat menonjolkan kualitas jahitan, pola, model dan kombinasi warna jok yang dibuat. Tampak sebagai produk handmade yang lebih bernilai dan dapat disesuaikan dengan selera dan keinginan pemilik kendaraan agar tampil lebih bergaya dan eksklusif.

Sementara jok sarung, kata Setiyanto merupakan pemasangan jok yang paling praktis dan relatif murah. Pengerjaannya tanpa melepas jok lama, dan pembungkusan sarung ini posisi jok biasanya tidak perlu dibongkar total dari dek kabin mobil, karena hanya dibutuhkan ikatan beberapa tali untuk pemasangannya.

Hal tersebut dikatakannya, yang menyebabkan penampilan jok sarung kelihatan kurang rapi, menggelembung dan mudah bergeser sehingga tidak nyaman digunakan. Umumnya cara ini digunakan hanya untuk melindungi jok asli agar tidak rusak atau kotor, sehingga pada saat mobil akan dijual kembali maka jok asli masih akan terlihat bagus yang konon katanya akan menambah nilai jual mobil tersebut.

Selain itu, jok semi paten akhir-akhir ini tak jarang ditawarkan sebagai modifikasi jok paten. “Padahal cara pembungkusan jok semi paten ini hampir sama dengan pemasangan jok sarung, yaitu tanpa melepas lapisan jok lama, hanya ditumpuk menggunakan sarung jok yang sudah dibuat sebelumnya,” kata Setiyanto.

Perbedaannya, kata Setiyanto hanya cara mengikatnya saja, jika jok sarung menggunakan tali-tali atau risleting, jok semi paten dengan cara menjahitnya di beberapa bagian pertemuan sarung tersebut yang biasanya di bagian bawah jok. Sedangkan pembongkaran jok dari posisi dek kabin tetap dilakukan dan terlihat seperti mengerjakan jok paten.

“Kualitas hasilnya sebelas duabelas dengan jok sarung, risiko menggelembung, dan lapisan bahan akan terlihat tidak pas pasti terjadi, karena penguatan bahan pelapis di jok tidak dilakukan di seluruh bagian jok secara sempurna,” jelasnya.

Sementara itu, Brand Manager PT Polystar International (MBtech), Dana Iswanto menyebutkan beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum memasang jok, yaitu apa yang pelanggan inginkan jangan sampai diselewengkan oleh bengkel atau seatmaker hanya karena perbedaan pemahaman kedua belah pihak.

“Anda ingin jok paten tetapi dipasang dengan cara jok semi paten atau hanya di bungkus sarung saja, karena terjadi miskomunikasi atau bahkan kekeliruan yang disengaja dengan tujuan mendulang untung lebih besar ,dan waktu pengerjaan yang lebih singkat dan mudah bagi bengkel atau seatmakernya,” katanya.

Pihaknya sangat menyanyangkan jika hal ini terjadi karena dapat mengecewakan pelanggan. “Untuk itu kami sarankan sebaiknya pilihlah bengkel atau seatmaker yang bonafid, diskusikan dahulu keinginan, mengenai model, warna, pilihan bahan dan cara pengerjaannya sebelum anda melakukan mosdifikasi interior dan jok kendaraan,” tutupnya. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help