SerambiIndonesia/

Perbaharui Kualitas Iman Setiap Saat

PIMPINAN Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyah, Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Tgk Syukri Daud

Perbaharui Kualitas Iman Setiap Saat

PIMPINAN Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyah, Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Tgk Syukri Daud, mengingatkan setiap muslim untuk selalu berusaha keras memperbaharui dan merestorasi iman setiap saat.

“Al Imanu yazidu wa yanqush. Artinya, iman kita seorang muslim kepada Allah itu sering naik turun. Jika kita larut dengan dosa baik yang sengaja maupun tidak, maka akan turun sampai titik terendah. Untuk itu, jika sudah turun perlu kita perbaharui setiap saat, sehingga bisa naik kembali untuk mendapat kemuliaan di sisi Allah,” ujar Tgk Syukri Daud, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (12/7) malam.

Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh ini menyebutkan, kuat dan kokohnya iman akan membuat seorang muslim diliputi kedamaian dan kebahagiaan. Kekuatan iman juga akan membuat seseorang memiliki daya imunitas terhadap godaan duniawi yang kian hari semakin berat.

Godaan duniawi cukup efektif membuat banyak orang kehilangan idealismenya, menggadaikan keyakinan demi mendapatkan harta dan kekayaan serta kemewahan hidup. Larut dalam budaya permisif yang menjerumuskan, hingga tak lagi peduli antara halal dan haram.

Lalu bagaimana cara memperbarui iman? Tgk Syukri Daud menjelaskan, salah satu caranya ditunjukkan Rasulullah SAW. Cara ini tergolong sederhana karena hanya berisi kalimat singkat yang mudah dihafal. Bahkan tak perlu lagi dihafal karena setiap muslim telah biasa melafalkannya.

Kalimat yang dimaksud adalah kalimat tahlil. “La Ilaha Illallah.” Rasulullah dalam satu haditsnya bersabda: “Perbarui iman kalian” Lalu sahabat bertanya:, “Ya Rasulullah, bagaimana caranya memperbarui iman kami?” Beliau pun menjawab, “Perbanyaklah ucapan Laa ilaha illallah”.

“Ternyata terapinya sangat mudah, memperbanyak mengucap kalimat tahlil. La ilaha illallah. Meskipun mudah, nyatanya tidak banyak yang bisa mengamalkannya. Mungkin karena tidak mengetahui keutamaannya. Atau dunia terlalu menyibukkan kita. Hingga kita tak sempat berzikir dan memperbanyak mengucap kalimat tahlil,” ungkap Tgk Syukri Daud.

Ia menambahkan, mungkin ada yang bertanya, mengapa ada orang yang telah banyak mengucap kalimat tahlil tetapi tidak terlihat bekas keimanan yang membara dalam kehidupannya? “Bisa jadi orang yang demikian hanya mengucapkan tahlil tanpa menyelami maknanya. Hanya membaca di bibir saja,” katanya.

Tgk Syukri Daud juga menyampaikan, dalam kajian tauhid, ada 10 dosa yang harus kita sesali untuk bisa memperharui iman. Pertama, menyesal dari perkataan dan ucapan yang bertentangan dengan hukum syara’. Kedua, menyesal dari dosa keinginan untuk bersenang-senang dalam kehidupan dunia. Ketiga, menyesal melihat ada perbuatan pada selain Allah, dan tidak yakin Allah yang memberi rezeki. Keempat, menyesal melihat ada daya upaya pada selain Allah.

Kelima, menyesal tidak ada tekad yang kuat untuk taat pada Allah, melakukan segala perintah dan tinggalkan larangan-Nya. Keenam, menyesal tidak hadir Allah dalam ingatan, hanya selalu diingat pada yang lain seperti anak, istri, harta, jabatan, dan karier.

Ketujuh, menyesal karena tidak mencintai Allah. Kedelapan, menyesal karena melihat tidak ada kasyaf dalam pandangannya. Sembilan, menyesal karena masih tertinggal pada keakuan (kesombongan). Terakhir, menyesal karena muncul selain Allah ketika melihat sesuatu kehebatan pada seseorang.(nal/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help