SerambiIndonesia/

Syafril Nasution: Hary Tanoe Sosok Taat Hukum, Tapi Dia Punya Hak Mendapat Perlindungan Hukum

“Seharusnya seorang Jaksa Agung bisa lebih bijak dalam bersikap, apa lagi ini terkait nama baik seseorang,” tegas Syafril

Syafril Nasution: Hary Tanoe Sosok Taat Hukum, Tapi Dia Punya Hak Mendapat Perlindungan Hukum
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA--Ketua Bidang Organisasi Partai Perindo Syafril Nasution menyayangkan sikap Jaksa Agung HM Prasetyo yang membuat kegaduhan baru dengan komentarnya di media soal Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

“Pak Ketum (Hary Tanoesoedibjo) adalah seorang yang taat hukum, tapi dia juga warga negara seperti masyarakat lainnya yang punya hak diperlakukan sama dan berhak mendapatkan perlindungan hukum tanpa diskriminasi,” tegas Syafril.

Dia menambahkan pernyataan Prasetyo bisa menyesatkan pandangan masyarakat tentang HT baik secara pribadi, seorang Ketua Umum Partai Politik dan sebagai pemimpin perusahaan yang memimpin dan menaungi lebih dari 37.000 karyawan

“Seharusnya seorang Jaksa Agung bisa lebih bijak dalam bersikap, apa lagi ini terkait nama baik seseorang,” tegas Syafril, Kamis (13/7).

Syafril menjelaskan dia meyayangkan keterangan Prasetyo yang dikutip oleh beberapa media. Keterangan yang dimaksud adalah pernyataan bahwa ada tuduhan lain kepada HT yang perlu diproses hukum lebih lanjut.

Hal tersebut disampaikan Syafril untuk mengklarifikasi berita serambinews.com dengan judul: Ini Tanggapan Jaksa Agung Terkait Kasus SMS Kaleng Hary Tanoe

Disisi lain, Syafril menyampaikan HT tidak bersalah dalam kasus SMS yang saat ini tengah ramai diperbincangkan.

“Saya tidak meilihat ada ancaman di sms tersebut. Hukum memang harus diteggakkan dan oknum-oknum yang semena-mena, transaksional dan abuse of power harus dibersihkan,” ungkapnya.

Sebagai informasi Hary Tanoe mengirimkan pesan kepada Yulianto sebanyak dua kali, yakni pertama pada 5 Januari 2016.

Berikut isi SMS dan WhatsApp tersebut:“Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah
satu penyebabnya mau memberantas oknum2 penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power (menyalahgunakan kekuasaan-red).”

Halaman
12
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help