SerambiIndonesia/

Amien Rais Sebut Islam di Indonesia Terancam

Tokoh reformasi, Prof Dr HM Amien Rais, menilai bahwa keberadaan Islam di Indonesia mulai terancam

Amien Rais Sebut Islam di Indonesia Terancam
Tokoh reformasi sekaligus tokoh Muhammadiyah, Amien Rais yang didampingi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Aslam Nur berbincang dengan Ketua Fraksi PAN di DPRA, Asrizal H Asnawi (kiri) pada acara ceramah kebangsaan dan keummatan di Unmuha Convention Center Ahmad Dahlan pada Unmuha Banda Aceh, Sabtu (15/7). 

BANDA ACEH - Tokoh reformasi, Prof Dr HM Amien Rais, menilai bahwa keberadaan Islam di Indonesia mulai terancam. Hal ini ditandai dengan adanya aksi kriminalisasi dalam setiap aksi bela Islam yang sejuk dan damai.

“Saya prihatin, agama Allah di ibu pertiwi (Indonesia) sesungguhnya terancam sekarang ini,” kata Amien Rais saat memberikan ceramah kebangsaan dan keummatan di Unmuha Convention Center (UCC) Ahmad Dahlan pada Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh, Sabtu (15/7).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh bersama Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh dan Unmuha Banda Aceh itu dalam rangka memperingati milad ke 85 tahun Pemuda Muhammadiyah dan silahturahim Syawal 1438 H.

“Rezim Jokowi ini gejalanya memang tidak ramah dan tidak begitu suka kepada Islam. Mana ada pendeta dikriminalisasi, tidak ada. Tapi aksi bela Islam yang super sejuk kemudian dicari kasusnya dan dibawa keranah hukum, diancam, dan diintimidasi,” ucap tokoh Muhammadiyah ini.

ia melanjutkan, apabila umat Islam demo melampaui pukul 18.00 WIB, maka ditembak gas air mata, sehingga banyak yang pingsan dan terinjak-injak. Kalau umat nonmuslim demo sampai pukul 02.00 WIB dini hari, malah dikasih nasi bungkus. “Ini sesuatu gelaja yang tidak sehat, Presiden Jokowi harus cermati masalah ini,” ujarnya.

Amien Rais menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh merendah hidup di dunia ini tetapi harus meraih kehidupan secara mulia dan terhormat. “Sebagai umat Islam, tidak boleh sedikitpun kita berpikir bahwa dunia ini milik mereka sementara kita hanya menumpang. Kita jelas harus meraih sebagian dunia ini,” pungkas Amien Rais lagi.

Setelah mengikuti acara tersebut, Amien Rais kemudian memenuhi undangan jamuan makan siang dari Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, di Pendopo Wali Kota. Amien Rais juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pesantren Baitul Arqam Sibreh, pimpinan Zul Anshary Lc sebelum bertolak ke Sumatera Utara.

Seusai acara, Amien Rais kepada wartawan juga menjelaskan tentang peraturan pemerintah (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 10 Juli 2017. Ia menyatakan tidak sepakat dengan Perppu itu.

“Perppu ini bisa menjadi kekuatan dari pemerintah yang berkuasa untuk membubarkan apapun yang disangkakan. Bahwa ada organisasi karena dianggap kurang pancasilais, tidak sesuai dengan ideologi negara itu kemudian dibubarkan,” kata Amien Rais.

Ia juga mengingatkan Presiden Jokowi untuk hati-hati dalam mengambil keputusan sehingga tidak berat sebelah. “Saya mengingatkan Pak Jokowi untuk hati-hati. Anda belum tentu dipilh lagi (pada Pilpres 2019). Kalau begini terus saya kira masyarakat tidak akan memilih Anda, ini terus terang saja, karena Pak Jokowi, Anda punya kebijakan jelas berat sebelah,” tukasnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help