SerambiIndonesia/

Dosen dan Mahasiswa Unsyiah Kembangkan Pupuk Kompos di Weu Jangka

Proses pembuatan pupuk kompos itu dengan permentasi, sejak pengolahan bahan baku hingga jadi pupuk hanya butuh waktu 21 hari.

Dosen dan Mahasiswa Unsyiah Kembangkan Pupuk Kompos di Weu Jangka
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Tiga dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh bersama sejumlah mahasiswa universitas tersebut, mengembangkan dan memproduksi pupuk kompos (organik) dari jerami padi untuk petani di Desa Weu Jangka, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Minggu (16/7/2017).

Tiga Dosen (Unsyiah) yang terlibat dalam memproduksi dan mengembangkan pupuk organik tersebut di Weu Jangka adalah Prof DR Husni Husin MT dan Ir Pocut Alam MT (Dosen Teknik Kimia) serta Ir Yunasri MP (Dosen Fakultas Pertanian).

Pengolahan pupuk kompos itu dilakukan mereka bersama mahasiswa dan kelompok tani di desa tersebut.
Prof DR Husni Husin MT kepada Serambinews.com mengatakan, pupuk organik itu diolah dari jerami padi, kotoran sapi, dedak, cairan kimia EM4 dan mesin pencacah jerami.

Pupuk itu bermanfaat bagi petani sayuran dan petani padi di Desa Weu Jangka dan sekitarnya.

Dikatakannya, pupuk organik itu selain dapat digunakan untuk petani itu sendiri, juga dapat dijual ke petani kebun lainnya. Karena harganya yang murah dan sangat ramah lingkungan.

Proses pembuatan pupuk kompos itu dengan permentasi, sejak pengolahan bahan baku hingga jadi pupuk hanya butuh waktu 21 hari.

“Kita harapkan dengan adanya pengolahan dan pengembangan pupuk organik ini, petani di Bireuen khususnya dan Aceh seluruhnya dapat memanfaatkan pupuk kompos, karena membuat dan mengembangkan pupuk organik dari bahan baku jerami dan dedak serta kotoran sapi sangat mudah dan murah,” pungkas Prof DR Husni Husin MT. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help