SerambiIndonesia/

Jalan Lokop-Pinding Kembali Lancar

Arus transportasi melalui jalan Lokop (Aceh Timur) ke Pinding (Gayo Lues) dilaporkan kembali lancar setelah material

Jalan Lokop-Pinding Kembali Lancar
Alat berat membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan di lintas Lokop-Pinding (Aceh Timur-Gayo Lues), Jumat (14/7/2017).

* Material Longsor Sudah Dibersihkan

IDI - Arus transportasi melalui jalan Lokop (Aceh Timur) ke Pinding (Gayo Lues) dilaporkan kembali lancar setelah material longsor di lintasan tersebut dibersihkan menggunakan alat berat pada Jumat (14/).

“Lintasan Lokop-Pinding sudah bisa dilewati kendaraan roda empat. Karena dua unit alat berat sudah diturunkan untuk membersihkan longsoran tanah di badan jalan,” kata Nasri, sopir angkutan umum L300 rute Langsa-Atim-Gayo Lues, Sabtu (15/7).

Menurut Nasri, sebelumnya terdapat lima titik lokasi longsor di jalan Lokop-Pinding yang membuat arus transportasi di lintasan itu terhambat. Kelima lokasi longsor itu berdekatan, dan tiga titik kondisinya cukup parah. Material longsor yang menutup jalan terdiri dari tanah, batu, dan gelondongan kayu.

“Sejak longsor Minggu malam lalu, kendaraan roda empat tak bisa melintas. Sedangkan roda dua masih bisa melintas dengan bantuan warga yang menawarkan jasa pikul sepmor pada lokasi longsor. Tapi kini, arus transportasi di lintasan itu sudah normal,” jelasnya.

Amatan Serambi, jalan antarkabupaten ini memang rawan longsor, karena melintasi pegunungan yang kerap diguyur hujan deras. Longsor yang sering terjadi yakni jatuhnya material tanah dan bebatuan ke badan jalan. Sehingga menghambat arus transportasi dari kedua wilayah.

Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Alfarlaky meminta dinas terkait menyiagakan alat berat di lintas Lokop-Pinding (Aceh Timur-Gayo Lues) ini. Karena, jalan di lintas Lokop-Pinding termasuk Peunaron (Aceh Timur), merupakan kawasan rawan longsor, dimana pada sisi kiri dan kanan jalan terdapat jurang dan perbukitan.

“Dinas terkait perlu menyiagakan alat berat di lokasi ini termasuk di Kecamatan Peunaron, agar jika terjadi longsor penanganannya tidak sampai berhari-hari, seperti yang terjadi selama ini. Sehingga menghambat arus tranportasi kedua kabupaten,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat menyampaikan informasi secepatnya jika longsor kembali terjadi, agar bisa diteruskan ke dinas terkait.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help