SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Banda Aceh Mau Kemana?

WACANA perluasan Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh, kini kembali mencuat di level para pengambil kebijakan

Banda Aceh Mau Kemana?
SERAMBI/M ANSHAR
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyematkan tanda jabatan kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota, Zainal Arifin pada acara pelantikan Wali Kota/Wakil Wali Kota Banda Aceh periode 2017-2022 di Gedung DPRK Kota Banda Aceh, Jumat (7/7/2017). SERAMBI/M ANSHAR 

(Konsep Perluasan Ibu Kota Provinsi Aceh)

Oleh Fahmi Abduh

WACANA perluasan Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh, kini kembali mencuat di level para pengambil kebijakan. Isu ini kembali disuarakan oleh Ketua DPRK Banda Aceh dalam Sidang Istimewa pelantikan Walikota Banda Aceh (AJNN, 7/7/2017). Kemudian Gubernur Irwandi Yusuf secara khusus juga menyampaikan kembali isu ini dalam Sidang Istimewa Pelantikan Bupati/Wakil Bupati Aceh Besar (Serambi, 11/7/2017) yang kemudian direspons oleh Bupati Aceh Besar (Serambi, 12/7/2017).

Sebelumnya, dalam dua tulisan “Perluasan Ibukota Provinsi Aceh” (Serambi, 15/4/2015) dan “Aceh Besar Mau Kemana?” (Serambi, 7/9/2015), telah coba dipaparkan beberapa alternatif yang mungkin untuk dipilih dalam konteks rencana arah pengembangan ibu kota Provinsi Aceh untuk memperkaya khasanah strategi yang dapat dirumuskan dalam proses formulasi kebijakan publik untuk membangun ibu kota provinsi Aceh tercinta ini.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah hanya strategi alternatif perluasan wilayah administratif Kota Banda Aceh yang dapat dilakukan dalam konteks rencana pengembangan ibu kota provinsi? Secara singkat, dalam tulisan terdahulu telah diusulkan sebuah strategi alternatif win-win solution dengan menimplementasikan konsep greater city untuk mengintegrasikan dua asymmetric cities Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Strartegi greater city ini adalah sebuah strategi alternatif paling mimim risiko dan biaya untuk diimplementasikan dalam rangka memecah kebuntuan persoalan pembangunan regional Banda Aceh dan Aceh Besar, sekaligus untuk merespon isu pemekaran yang mengusung isu ketidakadilan dan ketidakmerataan pembangunan. Konsep the Greater Bandar Aceh Area tidak mengubah batas wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Konsep ini lebih fokus dalam konteks rencana pembangunan spasial terintegrasi dan sinergis antara wilayah administratif Banda Aceh dan Aceh Besar.

Sebagai contoh, 13 kecamatan di kabupaten Besar yang diminta untuk masuk ke wilayah administratif Pemko Banda Aceh tetap menjadi bagian kabupaten Aceh Besar. Namun di sisi lain ke-13 kecamatan tersebut akan menjadi bagian dari ibu kota Provinsi Aceh. Alternatif kebijakan ini akan merubah luasan wilayah ibu kota provinsi yang sebelumnya hanya terdiri atas 9 kecamatan menjadi 22 kecamatan dengan luasan yang sebelumnya hanya 61.36 km2 menjadi lebih dari 474 km2 dalam wilayah adminstratif kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Wilayah asimetris
Lantas bagaimana dengan konsep pembangunan Kota Banda Aceh?

Dalam literatur dijelaskan bahwa Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar adalah dua wilayah yang asimetris (Anas and Pines, 2008). Secara singkat, ada dua karakteristik umum yang menjadikan proses perkembangan Banda Aceh dan Aceh Besar menjadi sangat berbeda. Pertama, Banda Aceh memiliki luasan wilayah administrasi yang lebih kecil, tetapi memiliki “daya tarik” yang lebih kuat dibandingkan dengan Aceh Besar. Di sisi lain, Aceh Besar memiliki luasan wilayah yang jauh lebih besar, tetapi tidak memiliki “daya tarik” sekuat Banda Aceh.

Kedua, karakteristik Banda Aceh adalah sebagai pusat perdagangan dan jasa, sedangkan Aceh Besar lebih banyak fokus di sektor produksi seperti sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan walaupun beberapa kawasan Aceh Besar yang berada di daerah perbatasan Banda Aceh juga telah menjelma menjadi kawasan pusat perdagangan dan jasa seperti daerah Keutapang (Kecamatan Darul Imarah) dan Lambaro (Kecamatan Ingin Jaya).

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help