SerambiIndonesia/

Begini Kondisi Pengungsi Rohingya Tinggal Berjejalan di Kamp Bangladesh

Pemerintah Myanmar telah berulangkali menyangkal tudingan bahwa militernya telah melakukan kekerasan

Begini Kondisi Pengungsi Rohingya Tinggal Berjejalan di Kamp Bangladesh
BBC Indonesia
Etnik Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi di ibu kota Negara Bagian Rakhine, Sittwe, Myanmar. 

"Dua keluarga tinggal bersama dalam satu petak barak tidaklah mudah, khususnya menyangkut makanan dan ruang gerak. Tidak ada ruang untuk bergerak. Ada pula masalah sanitasi. Semuanya menjadi masalah," ungkap Khadija, salah seorang pengungsi Rohingya.

Khadija (25), punya dua putra masing-masing berusia tiga tahun kelahiran Myanmar, dan putra bungsunya, tujuh bulan, lahir di barak ini tepat 15 hari hari setelah tiba di Banglades pada November 2016, menyusul operasi militer di negara bagian Rakhine pada bulan sebelumnya.

"Air bersih terbatas. Setiap hari kami dapat dua ember air, jika ada cukup air maka anak-anak saya bisa mandi. Saya mandi sekali seminggu dan membawa air dari tempat penampungan yang agak jauh. Kalau suami sedang di rumah maka ia mengambil air."

Akses kesehatan

Khadija berbagi barak dengan bibinya yang juga punya anak berkebutuhan khusus.

Praktis di barak ini hanya dihuni perempuan dan anak-anak karena suami Khadija buruh di kota dan tidak setiap minggu pulang.

Keberadaan anak kecil tampak di mana-mana, sebagian tak berpakaian dan sebagian berpakaian lusuh tanpa alas kaki pula walaupun lingkungan tempat tinggal becek.

Keputusan politik Myanmar, yang mayoritas penduduknya Buddha, sejauh ini belum ada terkait pemecahan status Rohingya.

Di Myanmar, kelompok minoritas Rohingya itu tidak diakui sebagai warga negara tetapi dianggap sebagai pendatang asal Bangladesh meskipun mereka telah hidup di Myanmar secara turun temurun.

Myanmar tidak mengenal istilah Rohingya dan menggunakan sebutan 'orang-orang Bengali'.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help