SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Persiraja Menang, PSBL Keok

Nasib berbeda dialami dua tim asal Aceh di kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2017

Persiraja Menang, PSBL Keok
PELATIH Persiraja, Anwar memberikan pengarahan kepada pemain dalam latihan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, tadi malam. Latihan ini sebagai persiapan menjamu Pro Duta Jakarta di tarung terakhir putaran pertama Liga 2 Indonesia. 

BANDA ACEH - Nasib berbeda dialami dua tim asal Aceh di kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2017. Tuan rumah Persiraja menutup putaran pertama setelah mengatasi Pro Duta FC Jakarta, 1-0, di Stadion H Murthala, Lampineung, Sabtu (15/7) malam.

Namun, di Stadion Kota Langsa, tuan rumah PSBL Langsa menyerah 0-2 di tangan 757 Kepri Jaya FC. Kekalahan Elang Biru--julukan Langsa-- sangat menyakitkan karena gol terakhir terjadi di masa injury-time.

Padahal, PSBL memasang target mengamankan poin penuh. Tambahan tiga angka sudah cukup bagi besutan Anwar, Akhyar Ilyas, Wahyu AW, dan Sisgiardi untuk menempel ketat PSPS Pekanbaru. Kini, dengan kemenangan tersebut membuat Lantak Laju hanya selisih satu angka. Sebelumnya, jarak antara tim Persiraja dan PSPS empat poin.

Semakin tipisnya jarak Muhammad Fani Aulia dkk tak lepas daripada hasil buruk tuan rumah PSPS. Berlaga di Stadion Utama Riau, skuad Asykar Bertuah secara mengejutkan tumbang di tangan PS Timah Babel. PSPS di luar dugaan menyerah 1-3. Padahal, mereka punya dua hadiah penalti dari sang pengadil.

Kembali ke Lampineung. Anak-anak Persiraja harus menanti gol hingga menit 87. Adalah eksekusi bekas pemain Persija Jakarta, Ferry Komul yang meluncur deras ke gawang Pro Duta. Meskipun Oki Rengga Winata, kiper Pro Duta mengetahui arah bola. Namun, mantan kiper dari PSMS Medan itu gagal membendungnya.

Hadiah tendangan 12 pas diberikan wasit asal Kota Padang, Muhammad Arnando setelah pemain bawah Pro Duta menjatuhkan Zoelfadhli dalam kotak terlarang. Aksi Muhammad Hamzaly dan Romi Agustiawan diganjar hukuman penalti. Tak ayal, keputusan itu diprotes keras pemain, tim pelatih, oficial, dan pemain cadangan.

Fiwi Dwipan dkk langsung menggurung sang pengadil. Berkat kesiapan petugas keamanan, tindakan pemain beserta juru latih Chili, Eladio Rojas bisa diredam. Akibat protes tersebut, pertandingan terpaksa terhenti selama lima menit. Setelah kondisi aman dan terkendali, M Arnando langsung melanjutkan eksekusi penalti yang berakhir dengan gol.

Sementara dari Stadion Kota Langsa, petang kemarin, PSBL takluk 2-3 dari 757 Kepri Jaya FC. Kekalahan Elang Biru--julukan PSBL Langsa--tak lepas keputusan wasit mengusir M Nazar. Karena, center-bek tuan rumah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain tim tamu.

Tiga menit usai laga, Kepri Jaya membuka keunggulan lewat aksi dari Fandi Ahmad usai menerima umpan Abdul Rahman Lestahulu. Namun, tiga menit babak kedua bergulir, PSBL Langsa menyamakan kedudukan berkat tendangan bebas Yusrizal Muzakki. Marka 1-1.

Unggul dalam materi pemain, skuad Kepri Jaya kembali memperlihatkan kualitasnya. Pada menit 60, Abdul Rahman Lestahulu menjaringkan di kulit bundar ke gawang Zulbara, kiper PSBL. Gol ini tercipta seusai kerja sama dengan pemain pinjaman Pusamania Borneo, Fandi Ahmad.

Gol Laskar Melayu--julukan Kepri Jaya--tak bertahan lama. Cuma satu menit, Elang Biru berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Adalah tendangan keras Wahyu di depan gawang tamu tanpa bisa diselamatkan.

10 menit pertandingan akan berakhir, giliran Kepri Jaya harus main tanpa kapten, Gerard Pangkali. Wasit Robinto asal Padang terpaksa mengusir mantan bintang Persipura Jayapura karena melanggara keras striker tuan rumah, M Renggur.

Petaka bagi tuan rumah PSBL terjadi saat duel memasuki waktu injury time. Kepri Jaya berhasil membawa pulang angka penuh dari markas Langsa. Pemain pengganti, Ahmad Saifullah berhasil mengakhiri umpan matang dengan tandukan mematikan, dan mengubah marka 3-2. Hingga pertandingan berakhir, skor 3-2 untuk 757 Kepri Jaya.(ran/zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help