SerambiIndonesia/

Polisi Kawal Ketat Pelantikan Abusyik

Pelantikan bupati/wakil bupati Pidie terpilih periode 2017-2022, Roni Ahmad (Abusyik)/Fadhlullah TM Daud akan

Polisi Kawal Ketat Pelantikan Abusyik

* Sniper dan Polisi Antiteror Disiagakan

SIGLI - Pelantikan bupati/wakil bupati Pidie terpilih periode 2017-2022, Roni Ahmad (Abusyik)/Fadhlullah TM Daud akan digelar pukul 09.00 WIB hari ini di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie. Rencana pelantikan itu dibayang-bayangi ancaman boikot 23 anggota Fraksi Partai Aceh (PA) dan beberapa orang lainnya dari partai nasional yang merupakan koalisi PA, pendukung Sarjani-M Iriawan (pasangan yang dikalahkan Abusyik-Fadhullah).

Sadar akan potensi ancaman dan gangguan dalam prosesi pelantikan itu, Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK bertekad mengawal ketat pelantikan Abusyik-Fadhlullah TM Daud.

Untuk itu, pihak polres menyiagakan 480 personel di lapangan dan 200 orang disiagakan di markas komando (mako). Polres Pidie juga menyiapkan penembak jitu (sniper), penjinak bom (jibom), pelopor, dan polisi antiteror untuk mengantisipasi keadaan.

“Termasuk kita siapkan empat unit alat berat serta panser,” kata Kapolres Pidie melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops), Kompol Apriadi SH kepada Serambi di Sigli, Minggu (16/7).

Untuk menjamin kelancaran prosesi pelantikan pagi ini, polisi juga menuntup akses ruas jalan protokol mulai dari Simpang Pidie hingga Masjid Al-Falah Kota Sigli.

Jalan protokol yang ditutup cuma itu saja (Simpang Pidie-Masjid Al-Falah) dan beberapa ruas jalan lainnya menuju gedung dewan, tergantung kondisi massa atau undangan yang hadir.

Ketika ruas jalan itu ditutup, Apriadi berharap pengguna kendaraan beralih ke ruas jalan elak Keuniree-Simpang Empat.

Kompol Apriadi mengatakan, meski ada reaksi dari 23 anggota DPRK asal Fraksi Partai Aceh (PA) untuk memboikot pelantikan bupati/wakil bupati Pidie pagi ini, rapat paripurna istimewa tersebut tetap dilaksanakan pukul 09.00 WIB. “Hingga saat ini belum muncul aksi massa yang hendak memperkeruh suasana,” kata Apriadi.

Sejauh ini, lanjut Apriadi, kondisi masih sangat steril dan aman dari upaya penggagalan prosesi pelantikan. “Jika pun ada pihak yang hendak menggagalkan dan memaksakan diri masuk, maka mereka itu telah melakukan makar, sehingga patut ditindak tegas,” ujarnya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help