SerambiIndonesia/

Prof Musri: Ledakan Lab Bisa Terjadi Karena Banyak Faktor

“Saat bereksperimen ada prosedur yang harus ditaati setiap peneliti. Penggunaan alat yang tidak tepat atau cara melakukannya yang...

Prof Musri: Ledakan Lab Bisa Terjadi Karena Banyak Faktor
Telegraph
ILUSTRASI 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ledakan di dalam laboratorium (lab) kimia bisa terjadi karena banyak faktor. Selain akibat reaksi bahan kimia yang berlebihan, kesalahan dalam menggunakan alat hingga cara melakukan eksperimen yang keliru juga bisa menyebabkan ledakan. 

Hal itu diungkapkan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Kimia Unsyiah, Prof Dr Musri Musman MSc kepada Serambinews.com, Senin (17/7/2017) sore. Menurut Musri, kecelakaan di dalam lab termasuk ledakan hebat tidak selalu karena kesalahan mereaksikan bahan kimia.   

“Saat bereksperimen ada prosedur yang harus ditaati setiap peneliti. Penggunaan alat yang tidak tepat atau cara melakukannya yang salah, juga bisa menimbulkan ledakan,” ujarnya.

Terkait kecelakaan di Lab FKIP Kimia Unsyiah, Senin (17/7) sekitar pukul 12.30 WIB, Prof Musri mengaku tidak tahu pasti penyebabnya. Namun menurut dia, lab beserta alat di dalamnya itu sudah memenuhi standar keamanan. “Peralatan lab sudah bagus. Tapi apa sudah dijalankan sesuai posedur? Itu saya tidak tahu,” katanya.

Menurut Musri, korban melakukan eksperimen di dalam Lemari Asam, yaitu lemari yang digunakan untuk mereaksikan suatu bahan kimia. Setengah bagian lemari itu terbuat dari kaca tebal, yang bisa dibuka-tutup layaknya jendela. “Ledakan itu tidak merusak lemari asam. Bahkan kaca lemari masih utuh karena memang cukup tebal,” ujar dia.

Saat ditanya apakah kecelakaan itu akibat human error, Musri pun enggan menjawabnya secara detail. “Orang yang paling tahu penyebab ledakan ini adalah Prof Adlim. Kita doakan beliau cepat sembuh,” jelas Musri.

Sebelumnya diberitakan bahwa terjadi ledakan di Laboratorium (Lab) FKIP Unsyiah, Senin (17/7) siang. Gelas labu leher tiga yang digunakan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP-Unsyiah), Prof Dr Adlim MSc untuk bereksperimen tiba-tiba meledak, sehingga pecahan kacanya melukai telinga profesor dan dahi mahasiswi yang dibimbingnya, Nurul Agustian. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Eddy Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help