SerambiIndonesia/

Ribuan Hektare Padi Terancam Gagal Panen

Lebih kurang 1.500 hektare padi di Kuta Baro, Darussalam dan Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar

Ribuan Hektare Padi Terancam Gagal Panen

BANDA ACEH - Lebih kurang 1.500 hektare padi di Kuta Baro, Darussalam dan Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, kini terancam gagal panen. Karena itu, areal persawahan yang padinya berumur 1-2 bulan itu kini dilanda kekeringan.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kuta Baro, Fahrizal kepada Serambi kemarin mengatakan, sekitar 1.500 hektare sawah di tiga kecamatan itu sudah dua minggu tidak mendapat suplai air. Seminggu lalu sempat ada suplai air, tapi hanya mampu memenuhi sebagian kecil persawahn.

Penyebabnya, karena bendungan di Seulimuem yang selama ini menjadi sumber air bagi petani juga mengalami kekeringan, sehingga air tidak dapat disuplai ke semua sawah di Aceh Besar. “Darussalam dan Kuta Baro yang berada di ujung jaringan irigasi dan dengan jarak sangat jauh, merupakan kecamatan yang paling berdampak,” ujar Fahrizal.

Diakui beberapa desa di kecamatan itu juga sudah memiliki mesin pompa, namun karena tidak sesuai, maka tidak dapat difungsikan oleh petani. “Saat ini sebagian petani kita disini sudah putus asa, karena kalau dalam seminggu ke depan sawah-sawah mereka tidak mendapatkan air juga, bisa dipastikan akan gagal panen,” ujar Fahrizal kemarin.

Sementara Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali dua hari berturut-turut Sabtu dan Minggu (15-16/7) meninjau sejumlah saluran irigasi. Kunjungan ini merupakan langkah awal program 100 harinya usai dilantik menjadi Bupati Aceh Besar awal pekan lalu.

“Saya ingin melihat langsung pada musim kering atau tanam gadu ini petani tidak sampai kesulitan mendapatkan air. Dan semua saluran irigasi bisa berfungsi dengan baik,” kata Mawardi Ali, di sela-sela peninjauan pintu air irigasi Blangbintang, Minggu (16/7).

Bupati juga mengisyaratkan agar fungsi irigasi dapat dimaksimalkan dengan tata kelola pembagian air yang baik. Bila pengairan ini berfungsi maksimal, maka tanam gadu yang telah dilakukan sebagian petani Aceh Besar akan berproduksi dengan baik dan tidak terjadi gagal panen.

Usai mendapatkan semua data, Mawardi akan berkoordinasi dengan dinas seperti PU, Pertanian, Dinas Pangan dan staekholder terkait lainnya. “Nanti dengan instansi terkait ini dibicarakan bagaimana menyelamatkan musim tanam gadu tahun ini, dimana ada sebagian wilayah di Aceh Besar telah menanam padi,” pungkasnya di sela-sela meninjau saluran irigasi di Blangbintang, Minggu kemarin yang pada hari itu Mawardi Ali juga meninjau irigasi Seulimuem.(mis/mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help