SerambiIndonesia/

Tas Aceh Terlaris di Pameran Harganas

Stan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh pada Pameran dan Gelar Dagang

Tas Aceh Terlaris di Pameran Harganas
PETUGAS Perwakilan BKKBN Aceh melayani pengunjung yang melihat tas motif Aceh yang dipamerkan di stand lembaga tersebut pada Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka Harganas XXIV di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (15/7). 

BANDA ACEH - Stan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh pada Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung, 12-15 Juli 2017, memamerkan dan menjual berbagai jenis kerajinan dan makanan khas Aceh. Dari sejumlah barang tersebut, tas motif Aceh merupakan barang terlaris atau paling diminati pengunjung.

Kerajinan khas Aceh yang dipamerkan pada acara tersebut antara lain kain bordiran, peci, sarung dan mukena, selendang, serta tas. Sedangkan makanan, yaitu kue bhoi, kopi gayo, dan telur asin. “Dari semua barang yang kita pamerkan, tas motif Aceh paling laris. Bahkan, semua tas yang kita bawa habis terjual,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Dr dr M Yani MKes PKK, kemarin.

Delegasi BKKBN Aceh, Sabtu (15/7) pagi juga mengikuti puncak acara Harganas XXIV yang dipusatkan di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Acara itu dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Gubernur dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, M Ridho Ficardo dan Yustin Ridho Ficardo, gubernur dan bupati/wali kota dari sejumlah provinsi, serta tamu undangan lainnya.

Kepala BKKN Pusat, dr Surya Chandra Surapaty MPH PhD selaku Ketua Umum Panitia Harganas 2017 dalam laporannya antara lain menjelaskan tentang rangkaian acara dalam rangka Harganas tahun ini.

“Masalah kependudukan makin banyak baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Karena itu, mari kita jadikan Harganas ini sebagai momen untuk mengatasi masalah tersebut. Mari kita bangun karakter keluarga yang berlandaskan ideologi pancasila menuju revolusi mental ke arah yang lebih baik,” ajak Surya.

Sementara Menko PMK, Puan Maharani mengatakan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas merupakan fokus pemerintah di samping pembangunan infrastruktur. “Untuk itu, mari kita bangun semangat hidup sehat dengan cara perilaku hidup empat sehat lima sempurna. Hal itu harus kita sosialisasikan melalui pos-pos kesehatan dan sekolah,” ungkap Puan Maharani.

Dalam upaya membangun keluarga yang sejahtera, tambah Puan, pemerintah juga terus menambah anggaran untuk program keluarga harapan (PKH). Di akhir sambutannya, Menteri Puan berdialog dan mengajukan pertanyaan kepada peserta acara itu. Mereka yang bisa menjawab pertanyaan diberikan hadiah sepeda.

Kemarin , Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Dr dr M Yani MKes PKK juga mengatakan dengan tingginya permintaan terhadap hasil kerajinan Aceh pada acara seperti Harganas, merupakan bukti bahwa produk industri kecil dan industri rumah tangga masyarakat Aceh sudah bisa bersaing dan mempunyai daya jual di tingkat nasional.

Untuk itu, sambung M Yani, ke depan perlu dukungan lebih besar lagi dari pemerintah daerah dan stakeholder lain. Tujuannya, agar produk kerajinan tersebut makin berkembang baik dari segi corak dan bentuk, serta kualitasnya. “Sehingga hasil kerajinan tangan dari Aceh makin dikenal di Nusantara dan bahkan internasional,” ungkap M Yani didampingi Kabid Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Aceh, Faridah Abubabakar SE MM. (rel/sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help