SerambiIndonesia/

Citizen Reporter

15 Temmuz, Sejarah Baru bagi Turki

SETAHUN sudah berlalu peristiwa bersejarah bagi Turki di bawah pemerintahan Recep Tayyib Erdogan, yakni

15 Temmuz, Sejarah Baru bagi Turki

OLEH MUHAMAMD RIZA MUARRIF, pemuda Blang Krueng, Aceh Besar, Mahasiswa PhD Ankara University, Turki, melaporkan dari Ankara

SETAHUN sudah berlalu peristiwa bersejarah bagi Turki di bawah pemerintahan Recep Tayyib Erdogan, yakni peristiwa 15 Juli 2016 (15 Temmuz 2016). Itulah hari terjadinya perebutan kekuasaan (kudeta) terhadap pemerintahan yang sah oleh militer di Turki.

Namun, upaya kudeta itu digagalkan oleh rakyat sipil karena rasa cinta mereka yang teramat besar terhadap negara dan bangsanya. Mereka berani mempertaruhkan nyawa demi keselamatan dan keutuhan pemerintahan yang mereka cintai. Rakyat menjadi saksi atas kejadian berdarah yang merenggut banyak korban dari kalangan sipil tersebut. Tak kurang dari 249 orang syahid (sehidin) pada hari itu. Juga muncul ribuan pejuang dari berbagai daerah yang rela mati demi membela negara dan pemerintahnya.

Terlepas dari pro-kontra terhadap kejadian itu, tepat tanggal 15 Juli 2017 lalu, pemerintah dan masyarakat Turki memperingati momen penting ini di berbagai kota di negara warisan Ottoman Empire ini. Termasuk di dua kota besar, Istanbul dan Ankara.

Pada momen kali ini ada beberapa hal unik dan menarik yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya agar sama-sama mengenang kejadian itu. Di antaranya adalah dengan memberikan diskon khusus transportasi umum. Beberapa kota bahkan menggratiskan semua biaya transportasi darat milik pemerintah ke mana pun tujuan warganya ingin berkunjung. Hal ini berlangsung tiga hari berturut-turut sejak 15 Juli 2017 pukul 06.00 dini hari hingga pada 17 Juli 2017.

Kebijakan pemerintah seperti ini jarang sekali berlaku di Turki kecuali ada hari-hari dan momen tertentu pada kalender Turki, misalnya, Hari Buruh Dunia serta Hari Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.

Pemerintah juga menambahkan jumlah libur jam kerja dan jam belajar pada momen itu supaya rakyat dapat menikmati hari berharga itu bersama keluarga masing-masing.

Di sisi lain, pemerintah juga berusaha mengenang momentum peristiwa tahun lalu itu dengan cara mengubah nama stasiun kereta api bahkan nama daerah dengan nama “15 Temmuz”. Salah satunya adalah Stasiun Kizilay di Ankara. Sekarang namanya diganti menjadi “15 Temmuz Sehitleri”. Ini dilakukan dengan maksud agar terpatri dalam ingatan generasi penerus Turki bahwas berkat kekuatan rakyat yang bersatu dapat digagalkan konspirasi dan kudeta perebutan kekuasaan oleh pihak yang tak setuju dengan kebijakan pemerintah yang sah.

Siang hari tanggal 15 Juli itu saya bersama kawan-kawan melihat langsung bagaimana momen hari bersejarah itu diperingati di pusat Kota Ankara. Saya ingin tahu dan merasakan langsung bagaimana suasana kebatinan orang Turki memperingati hari bersejarah itu.

Kali ini kami datang ke pusat keramaian Kota Ankara, yakni di Kizilay Station dan kami berhenti di “15 Temmuz”. Oleh karena stasiun Metro-nya berada di bawah, maka kami pun menuju ke atas untuk melihat lebih nyata suasana pada hari itu.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help