SerambiIndonesia/

Pekerja PT Sisirau Mogok Kerja

Seratusan orang karyawan pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) PT Sisirau di Kecamatan Kejuruan Muda

Pekerja PT Sisirau Mogok Kerja
Karyawan PKS PT Sisirau di Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang melakukan aksi nogok kerja menuntut perusahan tidak melakukan pemotongan uang beras yang diberikan perusahaan 

* Protes Pemotongan Tunjangan Beras

KUALASIMPANG - Seratusan orang karyawan pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) PT Sisirau di Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang melakukan mogok kerja dan berdemo di halaman kantor pabrik, memprotes pemotongan uang/tunjangan beras hak pekerja sebesar Rp 135 ribu atau setara 15 Kg beras/orang/bulan.

Akibat aksi ini, aktivitas produksi PKS terhenti total. Sejumlah truk pengangkut buah sawit, terpaksa parkir di halaman kantor dan tidak bisa melakukan bongkar muat.

Ketua unit kerja PKS PT Sisirau, Agus Nar didampingi Ketua PC FSPPP-SPSI Aceh Tamiang, Tedi Irawan, Senin (17/7) mengatakan, aksi mogok kerja ini sudah berlangsung dua hari, yakni sejak Sabtu (5/7) hingga Senin (17/7). “Pekerja akan terus melakukan mogok kerja hingga tuntutannya diakomodir PT Sisirau. Yakni membayar uang/tunjangan beras untuk bulan Juni yang dipotong dan untuk bulan Juli yang belum dibayar,” kata Agus Nar.

Ia mengatakan, tuntutan pembayaran uang beras ini sudah dilakukan sejak Januari lalu sampai Mei 2017. Tuntutan itu dipenuhi pihak perusahaan untuk lima bulan (Januari-Mei). “Namun untuk bulan Juni, gaji pekerja yang seharusnya diterima Rp 2,5 juta, hanya dibayar Rp 2.356.000 oleh pihak perusahaan, dengan alasan pemotongan atas uang beras,” ujarnya.

Persoalan ini sebenarnya sudah dinegosiasi secara tripartit antara tenaga, pihak perusahaan dan serikat pekerja. Namun hingga kini belum melahirkan solisi yang disepakati parapihak.

“Perusahaan menganggap mogok kerja ini tidak resmi, alasannya karena dilakukan secara mendadak. Terkait hal ini, serikat pekerja telah membantahnya, dan aksi ini dilakukan secara resmi untuk menuntut hak pekerja,” kata Ketua unit kerja PKS PT Sisirau, Agus Nar.

Pekerja juga menuntut agar perusahaan membayar upah pekerja sesuai UMP yakni Rp 2,5 juta, ditambah tunjangan beras Rp 135 ribu.

Manager PKS PT Sisirau, Hafiz, mengatakan bahwa persoalan ini disebabkan miskomunikasi antara pihak perusahaan dengan karyawan. “Pembayaran upah selama ini sudah termasuk uang beras yang dihargai Rp 9.000/Kg. Selama ini kami memberikannya dalam bentuk beras, bukan uang,” ujarnya.

Terkait pemotongan uang beras yang diprotes pekerja, ia menjelaskan bahwa upah yang diberikan kepada pekerja sebesar Rp 2,5 juta, sudah termasuk tunjangan/uang beras di dalamnya. “Karena sebelumnya ada kelebihan pembayaran upah Rp 2,5 juta ditambah beras, maka pada bulan Juni, uang beras yang telah diberikan dipotong karena mereka sudah mendapat tunjangan dalam bentuk beras.

Meski demikian, tuntutan karyawan ini sudah disampaikan kepada pimpinan perusahaan di Medan, dan saat ini ia menunggu putusan pimpinan perusahaan atas tuntutan pekerja tersebut.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help