SerambiIndonesia/

RSUCM Terapkan Layanan Sidik Jari

Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara

RSUCM Terapkan Layanan Sidik Jari

* Berobat tak Perlu Lagi Bawa KTP, KK, dan Kartu BPJS

LHOKSUKON - Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, mulai menerapkan layanan sistem sidik jari. Para pasien yang berobat ke rumah sakit itu, tak perlu lagi repot-repot membawa fotokopi KTP, KK, dan kartu BPJS Kesehatan. Yang penting, pasien terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan.

“Dengan diterapkan sistem sidik jari ini, pasien yang mau berobat tidak perlu lagi melengkapi persyaratan seperti fotokopi KTP, KK, dan kartu BPJS Kesehatan. Pasien bisa langsung absen sidik jari bila ia sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan,” kata Direktur RSUCM Aceh Utara, drg Nurhaida kepada Serambi, Senin (17/7).

Menurut drg Nurhaida, layanan yang bertujuan untuk memudahkan pasien itu mulai diterapkan sekitar seminggu yang lalu. Ia menyebutkan, pasien yang ingin berobat silakan datang ke tempat pendaftaran atau ruang rekam medik. Setelah itu, pasien mengambil nomor antrean untuk proses absensi/pendaftaran sidik jari.

“Setelah proses sidik jari selesai, di lokasi itu sudah ada petugas yang menunggu dan akan mengantarkan pasien tersebut ke poli yang dituju. Petugas itu juga yang akan mengantarkan berkas-berkasnya. Intinya, layanan ini semakin memudahkan pasien,” kata drg Nurhaida.

Untuk sementara, mesin absensi sidik jari baru ada dua unit. Ia menargetkan pada akhir Juli sudah bertambah lima lagi, sehingga pasien tidak terlalu lama mengantre.
Ia menambahkan, setiap hari pasien yang berobat ke rumah sakit itu mencapai 900 sampai 1.000 pasien. Tapi masih banyak pasien yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan, sehingga menyulitkan pasien dan juga pihak rumah sakit. “Sebab jika tidak terdaftar di BPJS, harus berobat sebagia pasien umum,” katanya.

Jika biayanya kecil, kata Nurhaida, pihak RS langsung menanganinya. Tapi jika biayanya besar seperti operasi, tentu akan menyulitkan pihak rumah sakit. Karena itu, ia berharap pihak muspika segera mendata semua warganya agar memudahkan masyarakat saat berobat.

Direktur RSUCM Aceh Utara, drg Nurhaida menambahkan, dalam sebulan terakhir pihaknya sudah menambah tiga poli lagi, yaitu poli bedah usus, poli kanker, dan poli untuk pemeriksaan sel, seperti tumor. Selain itu, RSUCM juga sudah menambah mesin cuci darah dari 17 menjadi 30 unit, sehingga setiap hari bisa melayani pasien lebih banyak lagi.

“Kami terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, bila ada pasien yang terganggu dalam mendapatkan pelayanan karena banyak ruangan yang direhab, kami meminta maaf kepada pasien. Rehab ini dilakukan agar ke depan semakin banyak warga bisa berobat di sini,” demikian Nurhaida.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help