SerambiIndonesia/

1.150 Peserta Ikuti Pentas PAI

Sebanyak 1.150 pelajar dari tingkat SD hingga SMA sederajat se-Aceh mengikuti Pekan Keterampilan

1.150 Peserta Ikuti Pentas PAI
Peserta dari Aceh Tamiang mengikuti lomba pidato ceramah tingkat sekolah dasar di Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet Banda Aceh, Sabtu (22/7). Sebanyak 1.150 peserta tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh mengikuti Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Ke-3, pada 21 sampai 25 Juli 2017. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA 

* Di Taman Ratu Safiatuddin

BANDA ACEH - Sebanyak 1.150 pelajar dari tingkat SD hingga SMA sederajat se-Aceh mengikuti Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) III, di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, 21 hingga 25 Juli 2017.

Ajang perlombaan tersebut dibuka Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Jumat (21/7) malam. Kegiatan yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh itu memperlombakan delapan cabang, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Lomba Pidato PAI (LPP), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), dan Lomba Kreasi Busana (LKB).

Wagub Nova dalam sambutannya mengapresiasi Kemenag Aceh yang telah bekerja sama dengan sejumlah stakeholder untuk menyukseskan acara itu. “Pentas PAI memberi motivasi dan apresiasi kepada siswa berprestasi,” ujarnya.

Selain ajang prestasi, Nova berharap Pentas PAI juga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para peserta kepada Allah SWT.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh mengatakan, Pentas PAI merupakan bukti dari peran, kepedulian, dan tanggung jawab Kemenag dan Pemerintah Aceh, dalam meningkatkan kualitas pendidikan putra-putri Aceh. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan peserta didik terhadap nilai-nilai ajaran Islam,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kakanwil memperkenalkan tamu kehormatan dari pedalaman Aceh Tengah, para murid Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kala Wih Ilang, yang belakangan ini ramai diberitakan terkait kondisi sekolahnya yang tidak layak. Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan di Banda Aceh yang telah disusun. “Anak-anak kami ini akan belajar sambil bermain di Banda Aceh,” ujar Daud Pakeh.

Dikatakan, selama satu minggu (18-26 Juli 2017) mereka akan belajar tata cara shalat yang benar, membaca Alquran, menghafal ayat-ayat pendek, serta keterampilan berpidato. Kemenag Aceh juga akan menjadikan Kala Wih Ilang, Aceh Tengah, sebagai kampung binaan.

Turut hadir pada pembukaan Pentas PAI Ke-3, perwakilan Dirjen Pendis Kemenag RI, Dr H Amin Haedari MPd, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Laisani MPd, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, para ulama dan pegiat pendidikan, serta para undangan lainnya.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, berharap kontingennya dapat menunjukkan kemampuan dan kreatifitas yang maksimal di setiap cabang yang dilombakan. Hal itu diungkapkannya ketika melepas peserta Pentas PAI Aceh Besar, di Aula SMP 3 Ingin Jaya, Jumat kemarin.

“Jika di Pentas lalu, Aceh Besar meraih Peringkat kedua tingkat provinsi, saya berharap tahun ini kontingen Aceh Besar dapat meraih peringkat satu dan juara umum,” harap Mawardi melalui HT Hasbi SH, staf ahli bupati.

Di Pentas PAI Aceh Besar mengirim 39 peserta yang akan berlomba di delapan nomor. Kontingen Aceh Besar dipimpin Juniazi M.Pd. Bupati mengatakan, sumber daya manusia merupakan aset daerah sekaligus modal dasar membangun daerah. Maka harus digali dan dikembangkan melalui proses pendidikan yang seimbang, terarah, dan manajemen pengelolaan yang baik.(fit/rel/mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help