SerambiIndonesia/

Buku Keputusan Sulit Adnan Ganto Diluncurkan

Adnan Ganto, putra Aceh yang dikenal sebagai bankir dunia dan Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekonomi

Buku Keputusan Sulit Adnan Ganto Diluncurkan
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Adnan Ganto foto bersama Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani, dan mantan gubernur Aceh, Zaini Abdullah, usai menyerahkan buku Keputusan Sulit Adnan Ganto pada peluncuran buku tersebut di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Minggu (23/7/2017). 

BANDA ACEH - Adnan Ganto, putra Aceh yang dikenal sebagai bankir dunia dan Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekonomi meluncurkan bukunya berjudul ‘Keputusan Sulit Adnan Ganto’. Peluncuran buku tersebut di di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Minggu (23/7).

Acara itu dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan Aceh. Di antara tokoh nasional, Prof Dr Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Laksamana Widodo As (mantan Menkopolhukam), dan Agus Suhartono (mantan Panglima TNI), Buku Keputusan Sulit Adnan Ganto itu, ditulis Anggota Dewan Pers, Nezar Patria yang juga putra terbaik Aceh yang kini berdomisili di Jakarta. Nezar Patria, dalam sambutannya mengatakan, ia selaku penulis mengaku tertarik untuk menjabarkan perjalanan seorang putra Buloh Blang Ara, Aceh Utara tersebut.

Menurutnya, banyak sisi kehidupan Adnan Ganto yang tidak pernah diketahui publik. Nama Adnan Ganto, kata Nezar sudah dikenal cukup lama, tapi tidak bisa disebut. Nama Adnan muncul akhir orde baru, disebut-sebut sebagai menteri bayangan saat itu. “Wartawan mencari nama Pak Adnan luar biasa, beliau punya trauma dengan wartawan, dan saya beruntung, trauma itu berakhir dengan saya,” kata Nezar.

Dalam buku tersebut, Nezar menuliskan bagaimana perjalanan hidup seorang Adnan Ganto yang ia sebut mengalami dilema etis, yaitu ketika Adnan dihadapkan dengan dua keputusan sulit. Adnan, katanya, sukses dalam kariernya sebagai seorang bankir dunia, ia pernah menjadi dewan direksi pada dua bank yang berbasis di Belanda dan Inggris.

“Hingga akhirnya, Adnan pindah ke Morgan Bank, di sana ia mendapat jabatan yang cukup bagus. Saat itu, sekitar tahun 1990, Adnan pun mendapat tawaran untuk bekerja sebagai Penasihat Bidang Ekonomi di Departemen Pertahanan RI. Lagi-lagi Bang Adnan mengalami dilema etis,” kata Nezar.

Adalah Jenderal Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani, yang menawarkan Adnan untuk jabatan tesebut kala itu. LB Moerdani, benar-benar meyakinkan Adnan Ganto agar bisa kembali ke tanah air, membantu roda pemerintahan. “Sampai dibilang oleh Pak LB Moerdani begini, ‘Adnan, kamu jangan berharap gaji seperti di Morgan bank, kami akan beri fasilitas secukupnya agar kamu tidak kelaparan di Indonesia’. Kata-kata ini paling diingat oleh Pak Adnan dan saya kutip dalam buku ini,” pungkas Nezar Pattria.

Kemarin, dalam peluncuran, turut hadir tiga profesor untuk membahas buku tersebut, yakni Mahfud MD, Yusny Sabi, dan Humam Hamid. Kegiatan peluncuran dan bedah buku itu dimoderatori oleh Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help