SerambiIndonesia/

Ini Rahasia Kenapa iPhone Tetap Laku Walau Harganya Mahal

iPhone memang tak lagi menjadi nomor satu di Negeri Tirai Bambu, namun smartphone tersebut masih yang terbaik yang bisa dikembangkan saat ini.

Ini Rahasia Kenapa iPhone Tetap Laku Walau Harganya Mahal
SERAMBINEWS.COM/SAFRIADI SYAHBUDDIN
Pengguna iPhone 

SERAMBINEWS.COM - Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, mengungkapkan alasan mengapa iPhone laku di pasaran padahal harganya mahal. Menurut dia, iPhone memberikan rasa aman bagi masyarakat modern.

Ketika membeli iPhone, masyarakat tahu smartphone itu layak dibeli dengan harga yang lebih tinggi dari ponsel keluaran brand lain. Setidaknya, inovasi dan ketangguhan iPhone diklaim bisa diandalkan.

Baca: Demi Beli iPhone 6S Plus, Mahasiswi Ini Terlilit Utang Nyaris Rp 400 Juta

“Ketika Anda menyukai Apple, Anda bersedia membayar (lebih mahal),” kata Steve Wozniak dalam sebuah acara di China, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Senin (24/7/2017).

Saat ditanya perihal pudarnya popularitas iPhone di China, Steve Wozniak mengutarakan dalihnya. Ia mengiyakan bahwa iPhone memang tak lagi menjadi nomor satu di Negeri Tirai Bambu, namun smartphone tersebut masih yang terbaik yang bisa dikembangkan saat ini.

Selain mengutarakan pendapatnya soal iPhone, Steve Wozniak juga menyampaikan kekagumannya pada vendor-vendor China. Sebab, mereka mampu membuat smartphone dengan harga rendah namun spesifikasi tinggi.

Baca: Baterai iPhone Bakal Bisa Diisi Ulang Lewat Wi-Fi?

Apple sendiri bukan ahlinya membuat smartphone dengan harga rendah. iPhone 8 keluaran tahun ini saja diperkirakan menembus harga 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 13 jutaan.

Terlepas dari pendapat pribadi Steve Wozniak soal iPhone, ia sejatinya tak pernah benar-benar terlibat dalam pengembangan iPhone. Steve Wozniak keluar dari Apple pada 1985, jauh sebelum perangkat-perangkat dengan embel-embel “i” (iPhone, iPad, iMac) diperkenalkan.(*)

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul "Dijual Mahal, iPhone Kok Bisa Laku?"

Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help