SerambiIndonesia/

Kejari Tetapkan Empat Tersangka Korupsi

Kejaksaan Negeri Aceh Timur menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Badan

Kejari Tetapkan Empat Tersangka Korupsi

* Pembangunan Kantor BPN Aceh Timur

IDI - Kejaksaan Negeri Aceh Timur menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur, tahun anggaran 2014 yang terletak di Komplek Puspemkab Aceh Timur. “Keempat orang ini ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis 20 Juli 2017 lalu,” ungkap Kajari Aceh Timur, M Ali Akbar SH MH, Jumat (21/7).

Kejari Aceh Timur juga membeberkan capaian kinerja masing-masing bidang, sejak Januari sampai Juli 2017, dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhiyaksa ke-57 yang jatuh pada 22 Juli 2017.

Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Aceh Timur, merilis bahwa sejak Januari-Juli 2017 pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap dua kasus tindak pidana korupsi. Pertama kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan BPN Aceh Timur, dan dugaan tindak pidana pada penyaluran bantuan sosial Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) pola non-kawasan kedelai tahun anggaran 2015 di Kabupaten Aceh Timur.

“Keempat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan BPN Aceh Timur, yakni SR (kepala kantor BPN selaku KPA), TR (selaku PPTK), ML (Kuasa Direktur CV Delpa & Co selaku pelaksana), dan NR (konsultan pengawas). Estimasi kerugian negara sekitar Rp 600 juta,” ungkap Kajari M Ali Akbar.

Namun demikian, sambung Ali, untuk mengetahui hasil kerugian negara yang pasti hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP. “Kami sudah meminta BPKP untuk menghitung kerugian negara, dan saat ini sedang dalam proses,” kata Ali.

Untuk kasus dugaan korupsi pada kegiatan Bansos GP-PTT kedelai pola-non kawasan tahun 2015, saat ini belum ada pihak yang ditetapkan tersangka. “Kasus ini belum ada tersangkanya, karena masih dalam proses penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti guna penetapan tersangkanya,” ungkap Kajari Aceh Timur, M Ali Akbar.

Namun, sejak dimulainya penyidikan pada 14 Juni 2017 lalu, terkait dugaan tindak pidana korupsi ini, pihaknya telah memblokir sepuluh rekening BRI milik kelompok tani dengan total saldo Rp 450 juta pada 22 Juni 2017. “Uang ini akan disita setelah mendapatkan izin penyitaan dari ketua PN Idi,” ungkap Ali.

Dalam dugaan tindak pidana korupsi Bansos kedelai ini, jelas Ali, pihaknya telah menemukan indikasi korupsinya, yaitu anggaran telah berpindah tangan dari kas negara ke rekening kelompok. Sedangkan, realisasi pekerjaan tidak ada (diduga fiktif).(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help