Salam

Mencari Sipir yang Tahan Godaan Napi

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh tahun ini menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

Mencari Sipir yang Tahan Godaan Napi
Shutterstock
ilustrasi penjara 

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh tahun ini menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 656 putra-putri. Dari jumlah itu, 583 orang di antaranya lulusan SLTA/sederajat nantinya ditempatkan sebagai penjaga tahanan/napi (sipir) se-Aceh. Sisanya lulusan S1 dari beberapa kualifikasi pendidikan. Kepala Divisi (Kadiv) Administrasi Kanwil Kemenkumham Aceh, Zulkifli SH MH selaku Ketua Panitia Daerah Aceh menyerukan putra-putri Aceh lulusan SMA/sederajat maupun S1 yang berkesempatan agar mendaftarkan diri secara online melalui https://sscn.bkn.go.id pada 1-26 Agustus 2017. “Namun, kami ingatkan agar bersabar saat mendaftar karena belum tentu sekali coba langsung bisa. Jaringannya sudah pasti padat, sehingga harus dicoba berkali-kali, termasuk pada waktu senggang,” kata Zulkifli.

Setiap kali ada penerimaan CPNS, yang terbayang oleh kita adalah peserta yang membludak. Peluang untuk lulusan SMA ini tak jarang pula “direbut” oleh para sarjana S1 dan mungkin juga S2. Jadi perasingan perebutan peluang itu memang sangat ketat. Justru itulah, banyak yang cari beking dan tak jarang pula di antara mereka kemudiannya tertipu oleh calo.

Lantas, bagi yang punya koneksi ka atas, berusaha mendapatkan surat sakti atau ketebelece dari “orang kuat”. Aroma suap dan pungli tak jarang tercium dalam proses rekruitmen CPNS, apalagi sampai hampir 700 ini. Namun, untuk kali ini, apalagi rekruitmen di lingkungan Kanwil Kemenkumham kita sangat-sangat berharap kecurangan tidak terjadi sehingga menjadi contoh bagi yang lain.

Kemudian, dari jumlah yang direkrut ini, 85 persen 583 orang di antaranya akan ditempatkan sebagai sipir, yakni penjaga tahanan atau narapidana di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan (LP). Bicara soal sipir, adalah bicara tentang kelemahan mendasar di rumah-rumah tahanan dan penjara-penjara di tanah air.

Catatan buruk tentang sipir selama ini di tanah air antara lain, banyak di antara mereka terlibat pungli keluarga napi atau tahanan yang menjenguk. Lalu, banyak di antara mereka yang menerima suap untuk kemudiannya “membiarkan” narapidana atau tahanan berada di luar penjara.

Dan, yang sangat memprihatinkan adalah kenyataan banyaknya sipir yang terlibat dalam peredaran bahkan produksi narkoba di dalam dan di luar penjara. Ini bukan kabar yang mengagetkan. Dalam beberapa tahun terakhir entah berapa banyak napi yang sudah ditangkap polisi atau petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), lalu dipecat dan dipenjara karena kesalahan-kesalahan itu.

Oleh sebab itulah rekruitmen sipir yang hampir 600 orang hendaknya dilakukan secara sangat selektif. Ini harus menjadi momentum penting bagi Kemenkumham Aceh guna memperbaiki performa sipir agar tak gampang makan suap dan tak mudah tergiur rayuan para bandar narkoba yang sedang berstatus napi atau tahanan.

Sekali lagi, pola rekruitmen sipir ini harus betul-betul baik sehingga dapat memperbaiki “kebobrokan” di rutan-rutan dan LP-LP di Aceh dan tanah air pada umumnya.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved