SerambiIndonesia/

Ketua DPRA Jajaki Kerjasama ke Malaysia

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh

Ketua DPRA Jajaki Kerjasama ke Malaysia - tgk-muharuddin-bersama-mantan-menteri-malaysia-tan-sri-dato_20170727_143252.jpg
Ketua DPRA, Tgk Muharuddin bersama mantan Menteri Malaysia Tan Sri Dato' Seri Sanusi bin Junid serta Presiden Komuniti Aceh Malaysia (KAM) Dato' H Mansyur Usman, seusai jamuan makan malam, di kawasan Chokit, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (24/07).
Ketua DPRA Jajaki Kerjasama ke Malaysia - ketua-dpra-tgk-muharuddin-bersama-presiden-komuniti-aceh_20170727_143130.jpg
Ketua DPRA Tgk Muharuddin bersama Presiden Komuniti Aceh Malaysia Dato' H Mansyur Usman usai menggelar pertemuan dengan Direktur Manajer Sony Music Malaysia, Tuan Mujahid Abdul Wahab serta Direktur Manajer D2X Management, Suryadi, Selasa (24/07) di Kuala Lumpur, Malaysia.

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Aceh perantauan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Mereka diantaranya adalah mantan Menteri Malaysia Tan Sri Dato’ Seri Sanusi bin Junid, Presiden Komuniti Aceh Malaysia (KAM) Dato’ H Mansyur Usman, serta beberapa tokoh lainnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung Minggu-Senin (23-24/7/2017), para pihak ini membahas berbagai isu strategis terutama terkait peluang investasi di Aceh, Pariwisata, serta tata kelola pemerintahan baru, yang kini di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Tgk Muharuddin menilai perlu adanya kerjasama antar negara yang diwakili oleh pemerintah Aceh dengan difasilitasi oleh masyarakat Aceh se rantau di Malaysia. “Saat ini kunjungan wisatawan ke Aceh didominasi warga Malaysia, dan ini tentu butuh dukungan warga Aceh yang ada di sini (Malaysia),” kata Tgk Muharuddin.

Pariwisata setidaknya menjadi pintu dari berbagai peluang investasi yang mungkin dilakukan di Aceh, sembari juga menunggu kesiapan infrastruktur yang di butuhkan nantinya untuk para investor. “Kita harapkan Pemerintah Aceh untuk menjejaki lebih lanjut rencana kerjasama yang saling menguntungkan” harap Tgk Muharuddin.

Sementara Tan Sri Dato’ Seri Sanusi bin Junid menyebut bahwa investor baru akan menempatkan modalnya ketika mereka mendapat kepastian hukum dan perizinan. “Tidak pengaruh syariat Islam berlaku di Aceh menggangu investasi, karena mereka datang mau berinvestasi, bukan membuat yang dilarang oleh syariat Islam,” kata Tan Sri Dato’ Seri Sanusi bin Junid. Bekas Menteri Dalam Negeri Malaysia berdarah Aceh ini juga menekankan pentingnya kepercayaan dan nama baik daerah (Aceh).

“Semua pihak di Aceh, baik swasta dan juga pemerintah untuk berkawan dengan yang memiliki banyak uang.” Kata Tan Sri Dato’ Seri Sanusi bin Junid yang terakhir menjabat sebagai Menteri Kedah. Sedangkan Presiden Komuniti Aceh Malaysia (KAM), Dato’ H Mansyur Usman, mengaku siap membantu memperkenalkan Aceh. Menurutnya, saat ini Aceh sudah mampu melalui fase keamanan, dan kini Aceh harus memberi kenyamanan dan keramahtamahan.

“Persoalan pengurusan administrasi menjadi hal utama yang harus diperbaiki. Kami di Malaysia siap membantu mencarikan investor, termasuk akan mensosialisasikan bahwa Aceh sudah siap menerima investasi,” imbuh Dato’ H Mansyur Usman. Harapan Dato’ H Mansyur Usman, Aceh di masa depan terutama pada keperintahan baru Irwandi Yusuf- Nova Iriansyah bisa lebih baik dari masa lalu.

Aceh - Malaya Kerjasama Bidang Musik dan Budaya
Kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin ke Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu-Senin (23-24/7/ 2017), membahas beberapa agenda. Salah satu yang dibicarakan dalam kesempatan itu adalah peningkatan kerjasama seni musik dan budaya antara kedua bangsa.

Pertemuan ini berlangsung antara Dato’ H Mansyur Usman bersama Tgk Muharuddin, kemudian Direktur Manajer Sony Music Malaysia, Tuan Mujahid Abdul Wahab serta Direktur Manajer D2X Management, Suryadi. Pada kesmepatan ini, para pihak fokus pada peningkatan kerjasama seni musik dan budaya antara kedua bangsa, dimana saat ini produk yang berjalan adalah kehadiran RBT (Nada Sambung Pribadi) lagu Aceh pada operator seluler di Malaysia.

“Kedepan tak hanya RBT tapi jugakerjasama even seperti menggelar Festival Kopi, Kuliner dan kegiatan seni lainnya di Malaysia. Disini nanti juga boleh kita pasang promosi agar pelancong yang selama ini di Malaysia bisa menambahkan Aceh bagi tambahan destinasi kunjungannya,” jelas Tuan Mujahid Abdul Wahab.

Dari beberapa kali kunjungannya ke Aceh, Tuan Mujahid Abdul Wahab berbagi pengalaman dan menilai Aceh memiliki lokasi wisata sangat baik, namun masih belum banyak diketahui dengan baik oleh wisatawan. Atas hal ini pula, baik Tgk Muharuddin maupun Dato’ H Mansyur Usman, memberi apresiasi dan menyebut apa yang sudah dilakukan, seperti hadirnya lagu Aceh pada RBT di Malaysia merupakan sebuah usaha yang patut didukung.

“Ini penting karena Aceh dan Malaysia serumpun. Terlebih ada banyak masyarakat perantauandisini sehingga ini menjadi obat kerinduan dan kecintaanya kepada Aceh,” jelas Tgk Muharuddin. “Kami siap, dan akan memberi kesempatan dan sosialisasi pada kegiatan-kegiatan komuniti Aceh di Malaysia, sehingga rencana baik ini bisa terwujud,” tutup Dato’ H Mansyur Usman.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help