SerambiIndonesia/

Abusyik Siap Basmi Preman Proyek

Bupati Pidie, Roni Ahmad yang kerap disapa Abusyik mengatakan, selama ini ada preman (orang jahat/pemeras) yang kerap

Abusyik Siap Basmi Preman Proyek

* Karena Ganggu Kinerja Dinas

SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad yang kerap disapa Abusyik mengatakan, selama ini ada preman (orang jahat/pemeras) yang kerap mengganggu kinerja kepala dinas (kadis) di kabupaten itu, sehingga kadis tak ‘merdeka’ dalam bekerja. Ia bertekad memberantas atau membasmi orang-orang jahat yang bermental penerabas dan pemeras itu.

“Ke depan saya minta kadis dan seluruh PNS tidak perlu takut, karena preman tak berani lagi datang ke dinas mencari kadis. Kami siap memberantas premanisme yang mengganggu dinas,” tegas Abusyik saat beraudiensi dengan tenaga medis dan pengelola Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie, Selasa (25/7).

Menurutnya, masa transisi telah berakhir. Sekarang, Pidie dipimpin bupati baru dan definitif, maka semua PNS harus bersemangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Pidie harus maju, sehingga menjadi kabupaten yang menjadi referensi bagi daerah lain,” ujarnya.

Abusyik berpesan kepada tenaga medis dan pihak manajemen RSU Sigli agar memberikan pelayanan terhadap pasien dengan penuh kasih sayang, sehingga pasien yang berobat di rumah sakit pemerintah itu nyaman. Satu kali pasien berobat di RSU Sigli, maka akan selamanya ia berobat di rumah sakit ini. Namun, apabila pelayanan buruk, maka pasien akan berobat ke rumah sakit swasta.

“Ini harus menjadi perhatian pihak manajemen, dokter, perawat, dan semua yang bertugas di rumah sakit. Pesan saya, manajemen RSU Sigli harus mengedepankan prinsip 3S (senyum, salam, dan sapa, -red) dalam memberikan pelayanan,” tukas Abusyik.

Ia juga anjurkan manajemen rumah sakit itu membuat aturan yang bagus lalu ditempel di setiap ruangan untuk kemudian dipatuhi dan dijalankan bersama. “Pola kerja ke depan kita akan mulai dari bawah dan melayani dengan sepenuh hati,” pungkas Abusyik. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help