SerambiIndonesia/

Cermin Cembung Banyak Dirusak

Cermin cembung (convex mirror) yang terpasang di sejumlah persimpangan jalan dalam Kota Banda Aceh dirusak

Cermin Cembung Banyak Dirusak
Cermin cembung (convex mirror) yang terpasang di sejumlah persimpangan jalan dalam Kota Banda Ace 

* Di Sejumlah Persimpangan Jalan

BANDA ACEH - Cermin cembung (convex mirror) yang terpasang di sejumlah persimpangan jalan dalam Kota Banda Aceh dirusak orang tidak bertanggung jawab. Bukan hanya dirusak, bagian cerminnya ikut dibuka dan dipecahkan.

Prilaku merusak bagian rambu keselamatan berlalu lintas itu, disayangkan Muliadi, seorang pengguna jalan yang melihat cermin cembung di turunan Jembatan Pango, Banda Aceh, dirusak dan dipecahkan. “Ini prilaku sangat tidak terpuji. Kalau tak bisa menjaga, janganlah sampai merusak,” ujarnya.

Muliadi menaruh harapan agar cermin cembung itu dapat dipasang kembali oleh Dinas Perhubungan. Dia juga meminta warga setempat untuk ikut mengontrolnya. “Bila tidak dipasang kembali, dampaknya bisa fatal bagi pengguna jalan. Karena, mereka yang datang dari kedua arah jalan ini, tidak saling mengetahui,” ujar Muliadi, kepada Serambi.

Pantauan Serambi, selain di turunan Jembatan Pango, kondisi cermin cembung yang ikut dirusak dalam wilayah Kota Banda Aceh juga terdapat di jalan tepi kali Gampong Peunyerat, Kecamatan Banda Raya dan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh (di belakang Kantor PLN Wilayah Aceh).

Kabid Darat Dishub Aceh, Nizarli yang dihubungi Serambi menyatakan keprihatinannya terhadap ulah pelaku yang merusak cermin cembung yang berfungsi sebagai keselamatan berlalu lintas itu. “Cermin itu dipasang untuk kepentingan umum dan keselamatan pengendara. Mari kita jaga bersama,” ungkapnya.

Nizarli pun berpesan kepada para pengguna jalan yang datang dari kedua arah tersebut, baik yang menuruni Jembatan Pango maupun para pengguna jalan yang datang dari arah Kota Banda Aceh menuju arah Lambaro agar lebih berhati-hati, sebelum cermin cembung jalan tersebut kembali terpasang di lokasi yang sama. “Kami berharap sekaligus mengimbau, mari sama-sama kita menjaga. Karena, kerusakan rambu keselamatan lalu lintas, seperti cermin cembung di turunan Jembatan Pango itu sangat berakibat fatal bagi pengguna jalan,” pungkas Nizarli.

Dapat Dipidana Penjara
Masih menurut Nizarli, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemasangan prasarana jalan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas dan fasilitas pejalan kaki, bertujuan untuk memberi keamanan bagi pengguna jalan.

Orang yang merusak prasarana jalan, sehingga tidak berfungsi dapat diancam pidana penjara pidana paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 50 juta.

“Terhadap orang yang merusak prasarana jalan, sehingga tidak berfungsi, seperti merusak dan memecahkan cermin cembung ini salah satu contohnya, jelas ada diatur dalam pasal 28 Ayat 2, dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 50 juta. Tapi, kita tentu tidak mengharapkan hal ini. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga,” demikian Nizarli.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help