SerambiIndonesia/

Heli BNPB Masih Operasi

Operasi memadamkan api dari udara di sejumlah titik dalam wilayah Aceh Barat dengan melibatkan dua heli BNPB masih berlanjut

Heli BNPB Masih Operasi
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Helikopter BNPB di Aceh Barat 

* 241 Warga Aceh Barat Terserang Ispa

MEULABOH - Operasi memadamkan api dari udara di sejumlah titik dalam wilayah Aceh Barat dengan melibatkan dua heli BNPB masih berlanjut meski hujan sudah mulai mengguyur. Kabut asap akibat kebakaran lahan sejak hampir dua minggu terakhir juga mengakibatkan ratusan warga Aceh Barat diserang Ispa.

Kasubdit Kedaruratan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jarwansyah kepada Serambi mengatakan hingga Jumat (28/7) api di beberapa titik kebakaran lahan masih menyala meski sudah disiram dari udara dengan melibatkan dua heli water bombing.

Titik kebakaran yang masih mengeluarkan api antara lain di Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh. “Lokasi itu sudah dibom pada hari Kamis,” kata Jarwansyah.

Lokasi kebakaran di Suak Raya dan sekitarnya merupakan areal lahan gambut dengan kedalaman antara 6-9 meter, sehingga api masih menyala di dalam tanah meski di permukaan sudah padam. Indikasinya, asap masih terlihat mengepul.

Pada Jumat kemarin, kata Jarwansyah, BNPB mengerahkan dua unit heli yaitu jenis Bell 412 difokuskan di kawasan Woyla dan jenis MI 172 di kawasan Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan. “Sudah banyak yang padam namun di beberapa titik masih muncul api terutama di lahan gambut. Akan kita siram lagi agar benar-benar padam,” ujar Jarwansyah.

Kayee Lhon
Kebakaran lahan gambut di kawasan Kayee Lhon, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, sulit dipadamkan karena titik api sukar dijangkau oleh mobil pemadam.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, Ismail kepada Serambi, Jumat (28/7) mengatakan, kebakaran sulit dipadamkan karena berada di dasar gambut sedalam 50 cm. “Kita berharap segera turun hujan supaya semua titik api yang masih nyala bisa padam dengan sendirinya,” kata Ismail yang juga Komandan Satgas Komunikasi RAPI Aceh Jaya.

Menurut Ismail, pada Jumat kemarin teridentifikasi dua titik api, masing-masing di Kayee Lhon sebelah kanan arah dari Banda Aceh-Meulaboh. Satu titik lagi di kawasan Panga.

Ispa
Kadis Kesehatan Aceh Barat, dr Zafril Lufhty, Jumat kemarin mengatakan jumlah warga yang terserang kasus infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) selama sepekan terakhir mencapai 241 orang. Data tersebut merupakan rekap dari delapan kecamatan yang dilanda asap pekat. Rinciannya, anak-anak di bawah 5 tahun 124 orang dan lima tahun ke atas 117 orang.

Selain sudah ditangani di Puskesmas, ada empat orang harus dirujuk ke RS Cut Nyak Dhien. Dua orang masih dirawat di Puskesmas Rawat Inap Samatiga.

Laporan lain menyebutkan, tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI sudah turun ke Aceh Barat. Selain meninjau lokasi kebakaran juga mengukur polusi udara di Aceh Barat.

Istisqa’ batal
Pemkab Aceh Barat yang menjadwalkan shalat istisqa’ (shalat minta hujan) ba’da shalat Jumat kemarin di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh membatalkan rencana tersebut karena hujan sudah mulai mengguyur sejak Kamis (27/7) pukul 10.30 WIB.

Wakil ketua MPU Aceh Barat, Tgk Khairul Azhar berharap hujan dapat terus turun.
Proses belajar mengajar di sekolah di Aceh Barat sejak Jumat kemarin sudah berangsur normal. Asap pekat yang sebelumnya dikeluhkan sudah berkurang.(riz/c45/edi)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help