SerambiIndonesia/

Tafakur

Kemarau Panjang

Kemarau panjang yang terjadi kerap membuat hutan terbakar. Untungnya masih ada yang menolong memadamkannya

Kemarau Panjang
Prajurit TNI memadamkan api menggunakan mesin penyedot air di lokasi kebakaran lahan di kawasan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Selasa (25/7) siang.SERAMBI/DEDI ISKANDAR 

Oleh: Jarjani Usman

“Dan mereka berkata: Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan
(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni
neraka yang menyala-nyala"(QS. Al Mulk: 10).

Kemarau panjang yang terjadi kerap membuat hutan terbakar. Untungnya
masih ada yang menolong memadamkannya, walaupun sangat sulit dan bisa
menimbulkan korban jiwa. Padahal telah diberitahukan bahwa api di
dunia ini tidaklah seberapa panas dibandingkan api di neraka. Menurut
suatu hadits, api di dunia ini berasal dari secuil api neraka yang
telah didinginkan dan dikondisikan agar bisa dimanfaatkan manusia
sewaktu di dunia. Namun demikian, kita tidak boleh melupakan api di
neraka.

Api di berbagai tingkat neraka yang amat dahsyat panasnya dipersiapkan
untuk membakar orang-orang tak beriman dan beramal salih, juga
orang-orang beriman tetapi berbuat dosa. Disebutkan dalam sejumlah
ayat Alquran, api di neraka bisa menghancurkan batok kepala,
mengeluarkan isi perut, dan berbagai azab lain yang amat mengerikan.
Bahkan ketika sudah hancur, kembali lagi seperti semula dan diazab
lagi. Demikianlah azab terjadi berulang-ulang.

Karena itu, kita disuruh untuk mengingatkan hari-hari yang sama sekali
tiada pertolongan itu. Bahkan ayah tak bisa menolong anak-anaknya.
Yang dapat menolong hanyalah Allah, tentunya dengan menaatiNya sewaktu
masih hidup di dunia.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help