SerambiIndonesia/

HAN dan Sepeda Itu

Walau lafal Fatan masih belum sempurna, balita ini boleh bangga karena mendapat ‘keplokan ramai

HAN dan Sepeda Itu
KETUA Tim Penggerak PKK Aceh, Darwati A Gani memberikan pertanyaan kepada seorang anak pada peringatan Hari Anak Nasional 2017, di Anjong Monmata, Banda Aceh, Sabtu (29/7). 

“Sayang, coba kamu baca Surah al-Ikhlas,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Darwati A Gani kepada Muhammad Fatan, murid TK Kartika 14-XI, Banda Aceh.

Walau lafal Fatan masih belum sempurna, balita ini boleh bangga karena mendapat ‘keplokan ramai’ dari hadirin yang menghadiri acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di Anjong Monmata, Banda Aceh, Sabtu (29/7). “Wow mantap...wou mantap... wou mantap,” begitu suara koor dari sekitar 500 anak (dari berbagai sekolah, pesantren, kelompok/forum anak) yang memenuhi ruang Anjong, nan warna-warni dengan segala rupa kostum seragam, misalnya merah putih, termasuk yang berpakaian adat Aceh.

Menjelang tengah hari, ada yang membuat Darwati tersenyum tak tertahankan. Bagaimana tidak? Sepeda hadiah (dari Dinas

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh), hanya ada dua unit. Namun anak yang mucul ke depan dua orang. Sedangkan sepeda pertama, sudah diserahhan oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada Cut Fania, murid MIN Tungkop, Aceh Besar. Cut bukan main girangnya, apalagi sempat foto bareng Pak Wagub. Apalagi wagub melontarkan kalimat, “Si Cut senang sekali. Anak Aceh top banget,” dalam suara keras dan bersemangat. Senyum bahagia di wajah Cut Fania pun makin rona.

Barangkali, demi tidak terjadi kecemburuan, akhirnya Darwati mengambil kebijakan, walau harus menodong panitia. “Nanti ditambah

satu lagi sepedanya ya Bu Nevi (Nevi Ariyani SE, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh). Ini saya tidak serahkan sekarang ya Bu Kadis. Kalau sepeda satu lagi sudah ada, baru kita serahkan, kita kirim, ya Bu Kadis, “pinta Darwati kepada Nevi, yang juga smiling full, atau mungkin senyum lantaran merasa ‘ditembak’ Bu Ketua TP PKK. Senyum itu juga menjalar di wajah-wajah lain, anak-anak, guru, dan undangan, kecuali Fakhri, yang berairmuka heran, tanpa senyum.

Masih dalam senyum, Darwati bertanya kepada Fakhri (murid SDN 3 Banda Aceh). “Sayang, Hari Anak Nasional itu diperingatinya kapan ya?” Fakhri berpikir sejenak. “Tanggal 29,” jawab Fakhri. Maka, pecahlah tawa banyak orang. “Sayang, kamu sudah benar Fakhri, kita di Aceh memang memperingatinya hari ini, tanggal 29. Tapi sebenarnya taggal 23 Juli ya sayang ya. Baiklah, kamu tetap dapat sepeda juga. Kembali orang-orang bertepuk tangan. Terdengar lagi koor wow  mantap...wow mantap...wow mantap...tepuk salut...tepuk salut.

Kisah sepeda memang ‘menyegarkan’ ruangan Anjong Mon Mata yang masih penuh kendati sedikit lagi pukul 12 siang. Setelah bagi-bagi sepeda untuk anak seusia SD itu, tarian, paduan suara berkumandang pula. Sesi foto barengpun cukup memeriahkan suasana.

Sebelum bagi-bagi sepeda, Wagub Aceh dalam balutan busana nonformil dan terbilang sportif, serta berbicara dalam dialeg kaulamuda sangat berharap agar anak-anak menjadi sosok yang tawakal. “Semoga dalam setiap langkah dan napas kita, kita harus bersyukur kepada Allah dan tidak lupa bersalawat kepada Rasulullah,” ajak wagub.Kepada para orang tua, wagub menekankan anak-anak adalah aset bangsa.

Bagi kami pemerintah tidak ada Aceh yang hebat dan gemilang tanpa anak-anak yang hebat dan gemilang. Sekarang ini, semua hal masuk ke kamar tidur anak kita melalui gadget, yang tidak mungkin kita saring satu per satu, melainkan dengan membangun benteng yang kokoh melalui keluarga, dengan nilai-nilai alklaqulkarimah.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help