SerambiIndonesia/

Boat ‘Doa Bersama’ Akhirnya Tenggelam

SAAT 68 Warga Negara Indonesia (WNI)--45 orang di antaranya warga Aceh--ditahan di Port Klang, Selangor, Malaysia

Boat ‘Doa Bersama’ Akhirnya Tenggelam
SEBANYAK 67 warga negara Indonesia, 63 di antaranya berasal dari Aceh, sejak Selasa (2/5) ditahan pihak Imigrasi Malaysia di Port Klang, Selangor. Mereka ditahan karena meninggalkan Malaysia lewat laut melalui jalur tidak resmi dan tak dibekali dokumen perjalanan maupun bukti diri yang sah. 

SAAT 68 Warga Negara Indonesia (WNI)--45 orang di antaranya warga Aceh--ditahan di Port Klang, Selangor, Malaysia, sejak 1 Mei lalu, Dahlia Kusuma Dewi tercatat sebagai orang yang paling sering bolak-balik Kuala Lumpur-Selangor.

Soalnya, selaku Sekretaris I Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Dahlia mendapat mandat dari Duta Besar RI di sana untuk memantau secara berkala kondisi 68 WNI yang ditahan Atase Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) karena meninggalkan perairan Malaysia melalui jalur yang tidak ditetapkan (ilegal).

Ia pernah datang ke Port Klang membawa susu dan pampers untuk dua balita (satu dari Aceh, satu lagi dari Sumatera Barat) yang ikut “ditahan” karena kedua ibu balita itu ditahan APMM. Dahlia juga pernah datang menyerahkan uang kepada para TKI ilegal menjelang Ramadhan yang lalu. Pendeknya, terbilang seringlah Dahlia ke Port Klang, bahkan ke Semenyih dan Kajang untuk urusan 68 WNI tersebut.

Namun, dari sekian kali berkunjung ke Port Klang, kedatangannya pada Juni lalulah yang sangat berkesan di hati Dahlia. “Soalnya, saat kunjungan saya ke Port Klang Juni lalu, kepada kami ditunjukkan oleh APMM kondisi KM Doa Bersama. Boat pengangkut 68 TKI ilegal itu ternyata kondisinya tidak laik. Hanya dalam tempo tiga hari sejak ditangkapnya KM Doa Bersama awal Mei lalu, boat itu pun mulai tenggelam sedikit demi sedikit, dan Juni lalu kapal sudah sepenuhnya tenggelam. Hanya terlihat atap kapal saja,” ungkap Dahlia.

Jadi sebenarnya, ulas Dahlia, “Dengan ditahan APMM Malaysia, Saudara-saudara kita itu justru selamat dari bahaya. Kalau mereka tetap nekat pakai boat tersebut saat kembali ke Indonesia, boleh jadi tenggelam, karena kondisi boat yang sudah tak laik jalan,” demikian Dahlia Kusuma.

Dia ingatkan agar WNI jangan suka menempuh jalur-jalur yang bisa membahayakan diri sendiri saat pergi ke negara orang, maupun saat pulang ke negara asal. (dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help