Harga Rokok Picu Inflasi di Jakarta

penyesuaian harga pada rokok kretek dan rokok kretek filter secara bertahap masih berlanjut.

Harga Rokok Picu Inflasi di Jakarta
IST
Rokok picu inflasi di Jakarta 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta melaporkan inflasi Ibukota tercatat sebesar 0,40 persen secara bulanan (mtm).

Angka ini lebih rendah dibandingkan pada bulan Juni 2017 yang mencapai 0,46 persen (mtm). sejak awal tahun 2017 inflasi DKI Jakarta tercatat sebesar 2,72 persen secara tahun kalender (ytd). Adapun inflasi secara tahunan tercatat sebesar 3,69 persen (yoy).

"Penurunan inflasi pasca bulan Lebaran di tahun ini tidak serendah tahun-tahun sebelumnya, terkait dengan adanya kenaikan harga rokok, biaya pendidikan, dan masih meningkatnya beberapa tarif angkutan," kata Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono dalam pernyataan resmi seperti dilansir Kompas.com, Rabu (2/8/2017).

Hal tersebut, imbuh Doni, mengakibatkan inflasi Jakarta pada Juli 2017 tercatat lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 0,22 persen (mtm).

Turunnya tekanan inflasi Jakarta pada Juli 2017, terutama didorong turunnya harga-harga komoditas yang termasuk dalam kelompok bahan makanan.

Baca: Kisah Sedih Pria yang Paru-parunya Harus Dibor Gara-gara Rokok

Kelompok bahan makanan hanya mencatat kenaikan indeks harga sebesar 0,06 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,12 persen (mtm).

Sejalan dengan berakhirnya periode Lebaran, tekanan harga dari kelompok sandang juga melemah.

Namun, kenaikan harga pada beberapa komoditas yang termasuk dalam sub kelompok transportasi,  tembakau, dan pendidikan, menahan laju penurunan inflasi Jakarta.

Kenaikan harga angkutan udara yang masih cukup tinggi menjadi faktor utama tertahannya penurunan laju inflasi Jakarta.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help