SerambiIndonesia/

Tafakur

Kemewahan

Tidak susah menemukan pemimpin yang lebih mementingkan diri sendiri ketimbang rakyatnya

Kemewahan

Oleh Jarjani Usman

“Tiada seorang hamba yang diberi amanat rakyat oleh Allah, lalu ia tidak memeliharanya dengan baik, melainkan Allah tidak akan merasakan harumnya surga kepadanya” (H.R. Bukhari).

Tidak susah menemukan pemimpin yang lebih mementingkan diri sendiri ketimbang rakyatnya. Misalnya, saat baru saja menjabat sudah memikirkan kemewahan dirinya, seperti kendaraan dan rumah yang sangat mewah, walaupun rakyat sedang hidup menderita. Padahal tuntutan kemewahan tak sebanding dengan kemampuannya dalam berbuat untuk rakyat. Sehingga semakin lama dipimpin oleh orang yang mementingkan diri sendiri, semakin lama rakyat menderita. Berbeda dengan contoh-contoh yang diberikan oleh para pemimpin umat yang taat kepada Allah, seperti Umar bin Abdul Aziz.

Beliau sangat takut kalau rakyatnya terabaikan keadaannya. Apalagi kalau mengabaikan keadaan rakyat merupakan suatu bentuk pengkhianatan besar. Makanya walaupun hanya memimpin dalam waktu singkat, sekitar dua setengah tahun, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mampu melakukan perubahan besar terhadap keadaan rakyatnya. Rakyatnya menjadi baik dan makmur.

Belajar dari pengalaman, kita sepatutnya memilih pemimpin yang mempunyai kepandaian, kepekaan, serta kepedulian terhadap rakyatnya, di samping keimanannya. Pandai tapi tak peka tak cukup, karena hanya pandai memikirkan diri sendiri. Pandai dan peka saja juga tak cukup bila tak diiringi dengan kepedulian untuk membantu rakyat. Bisa dikatakan, pandai dan peka ibarat calon pemimpin yang pandai menulis visi dan misi serta mengobarkan janji-janji saat berkampanye, tetapi tak peduli untuk mewujudkannya dalam bentuk aksi-aksi konkrit saat menjabat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help