SerambiIndonesia/

Anggota DPRA Khawatir, Satu Persatu Kekhususan Aceh Dicabut

Pencabutan dua pasal UUPA karena lahirnya UU Pemilu telah menimbulkan berbagai macam spekulasi.

Anggota DPRA Khawatir, Satu Persatu Kekhususan Aceh Dicabut
IST
Azhari Cagee 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Polemik Undang-undang (UU) Pemilu yang baru tampaknya belum berakhir di Aceh.

Pencabutan dua pasal UUPA karena lahirnya UU Pemilu telah menimbulkan berbagai macam spekulasi.

Sekretaris Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Azhari Cagee, mengaku khawatir karena selama ini Pemerintah Pusat terus saja membonsai kekhususan Aceh dalam UUPA.

“Satu persatu dipreteli, mulai dari calon independen, soal narapidana yang tidak boleh mencalonkan diri ke pilkada, terus sekarang sudah soal kelembagaan KIP dan Panwaslih. Ke depan, pasti akan ada lagi kekhususan kita yang dicabut,” kata Azhari kepada Serambinews.com, Rabu (2/8/2017).

Baca: Anggota DPR RI Asal Aceh tak Tahu Dua Pasal UUPA Dicabut

Oleh karena itu, Azhari tampaknya tak mau diam dengan pencabutan dua pasal UUPA, yakni pasal 57 dan 60.

Ia mengancam akan menolak pemberlakukan UU Pemilu di Aceh, karena lahirnya UU Pemilu itu dianggap sudah merugikan Aceh.

“Pencabutan dua asal dalam UUPA itu sudah merugikan Aceh dari sisi kewenangan, maka kita menolak pemberlakuan UU Pemilu di Aceh, jika dua pasal UUPA itu dicabut,” kata Azhari Cagee kepada Serambinews.com, Rabu (2/8/2017).

Baca: YARA Setuju 2 Pasal UUPA Dicabut, Bahkan Usul Pencabutan 4 Pasal Lainnya

Politisi Partai Aceh ini, tampaknya sangat getol menolak pencabutan dua pasal itu, meski selama ini sudah ada penjelasan dari beberapa pihak.

Bahwa pada dasarnya pencabutan pasal 57 dan 60 UUPA menguntungkan Aceh dari segi anggaran dan kelembagaan penyelenggara pemilu di Aceh.

"Hari ini kita tidak melihat apa kerugian dan apa keutungan dari keputusan itu, tapi yang kita lihat adalah UUPA berdasarkan kekhususannya, jika pusat terus saja melakukan ini kepada Aceh, maka ke depan akan ada lagi," pungkasnya. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help