SerambiIndonesia/

Tafakur

Menjilat Penguasa

ak terbantahkan bahwa penguasa memegang berbagai jenis kekuasaan, termasuk menentukan pembagian harta

Menjilat Penguasa

Oleh: Jarjani Usman

“Jihad yang paling utama ialah berkata benar yang di hadapan pemimpin yang zalim” (HR. Imam Nasai, Ibnu Majah).

Tak terbantahkan bahwa penguasa memegang berbagai jenis kekuasaan, termasuk menentukan pembagian harta negara. Banyak orang berusaha merangsek ke lingkaran penguasa dengan berbagai maksud. Meskipun banyak yang bermaksud untuk membantu mengurus rakyat, tak sedikit juga yang berjuang untuk kepentingan pribadi. Makanya ada yang berusaha menjilat penguasa.

Menjilat penguasa memang banyak ruginya. Misalnya, seorang yang berpikiran kritis menjadi tumpul pikirannya saat menjadi penjilat. Bila sang penguasa berbuat baik akan disanjung setinggi langit, namun ketika penguasa berbaik zalim akan dicoba tutupi sedapat mungkin dan dibiarkan tak dikritik. Membongkarnya dianggap bisa menghancurkan kepentingan pribadinya. Akibatnya, kemungkaran dibiarkan walaupun mengetahuinya.

Sikap yang demikian sungguh sangat menghancurkan bangsa dan agama. Umar bin Khattab r.a. pernah mengingatkan bahwa Islam bisa hancur karena perilaku-perilaku menyimpang dari orang-orang yang berilmu. Tentunya termasuk diamnya orang-orang berilmu di lingkaran penguasa bila terjadi penyimpangan, korupsi, dan sejenisnya.

Karena itu, sebagai muslim setiap diri kita sangat dianjurkan bukan untuk menjilat, tetapi ikut memberikan nasehat yang benar walaupun harus berhadapan dengan kemarahan penguasa. Itulah sebabnya orang-orang yang dengan niat yang ikhlas mau membetulkan kebijakan-kebijakan penguasa akan memperoleh pahala dari ibadah yang mulia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help