SerambiIndonesia/

Tafakur

Merindukan Anak

Banyak orang tua merasa tak tahan hati, rindu, sedih dan menangis tatkala anaknya pergi lama meninggalkannya

Merindukan Anak

Oleh: Jarjani Usman

“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka akan hidup bukan di zamanmu” (Ali bin Abi Thalib r.a.).

Banyak orang tua merasa tak tahan hati, rindu, sedih dan menangis tatkala anaknya pergi lama meninggalkannya untuk menuntut ilmu di pesantren atau sekolah terpadu. Ada perasaan kehilangan yang teramat sangat, sehingga berusaha untuk mengunjunginya sesering mungkin, kalau memungkinkan. Padahal pada alam terdapat contoh tentang betapa pentingnya anak belajar hidup mandiri dari orang tua, seperti yang terjadi pada pohon pisang.

Anak-anak (tunas) pohon pisang yang selalu berada di sekeliling induknya biasanya akan tak baik keadaan fisiknya. Batang-batangnya yang tumbuh akan mengecil karena berdesakan satu sama lain. Berbeda bila anak-anaknya dipindahkan ke tempat lain, yang akan tumbuh kuat dan besar.

Demikian juga anak-anak kita, yang perlu belajar hidup mandiri dan kuat secara mental dengan cara belajar hidup terpisah dari orang tuanya. Lebih-lebih hidup terpisah untuk belajar di pesantren atau sekolah terpadu akan membantu membentuk suatu kebiasaan yang baik dalam bermasyarakat sekaligus kedisiplinan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Semua kualitas hidup ini penting dimiliki oleh setiap pribadi yang akan hidup dengan tantangan yang berbeda dan lebih kuat lagi di zaman mereka di masa yang akan datang. Karena itu, setiap orang tua perlu belajar untuk bersabar dari dahsyatnya rontaan rasa rindu di saat anak-anak sedang belajar hidup.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help