SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Berobat Keluar Negeri (Masih) Perlukah?

PERSOALAN berobat kenegara seberang sering menjadi topik pembahasan di warung kopi. Saya sendiri terkadang saat bertemu para penikmat kopi

Berobat Keluar Negeri (Masih) Perlukah?
Alat untuk menangani pasien jantung, Philips AlluraClarity FD10 I 10 Biplane Angiography System di rumah sakit Loh Guan Lye Specialist Centre (LSC) Penang, Malaysia, Jumat (4/3). SERAMBI/MUHAMMAD HADI 

PERSOALAN berobat kenegara seberang sering menjadi topik pembahasan di warung kopi. Saya sendiri terkadang saat bertemu para penikmat kopi di Banda Aceh sangat sering ditanyakan pertanyaan di atas, sehingga yang awalnya berniat minum kopi, pada akhirnya mendadak beralih ke persoalan berobat ke luar negeri itu.

Kembali ke topik di atas, jika jawabannya tidak boleh; alasan apa tidak dibolehkan? Demikian kalau dibolehkan berobat ke luar negeri; mengapa kita harus berobat jauh ke sana? Padahal sarana dan prasarana diagnostik, rumah sakit (RS), dan para dokter relatif sama, bahkan pendidikannya berstandar internasional. Adakah yang salah dalam sistem pelayanan kita? Hal inilah yang coba penulis coba angkat dalam tulisan ini.

Memilih suatu keinginan adalah hak asasi manusia (HAM), termasuk juga dalam hal berobat bagi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh. Terkadang gaya berobat keluar negeri ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kelompok masyarakat tetentu.

Saat ini, kita hidup ibarat dalam sebuah dunia tanpa dinding pembatas, transportasi begitu mudah dan relatif sangat mudah, sehingga pergerakan seseorang/migrasi mudah dari satu titik ke titik lain. Situasi ini juga yang menyebabkan penyebaran penyakit berpindah dari satu negara ke negara lain.

Kemudahan transportasi dan kebijakan tanpa membayar fiskal memberi peluang masyarakat bergerak keluar negeri. Begitu juga bagi masyarakat Aceh dalam hal berobat ke negeri jiran Malaysia (Penang atau Kuala Lumpur).

Dokter pakar atau dokter spesialis adalah seorang dokter umum yang melanjutkan pendidikan keahlian bidang tertentu, sehingga dia mendapat brevet keahlian dan mempunyai kompetensi khusus sesuai standar keilmuan bidang tersebut. Kompetensi dokter seharusnya sama bagi seluruh dokter dunia, karena acuan buku yang digunakan untuk masing-masing bidang ilmu adalah sama,

Antara satu negara dan negara lain, ada beberapa hal yang membedakan tapi bukan terkait dalam kompetensi ilmu dan prinsip terapi, melainkan hanya pada tahapan seseorang dalam mencapai gelar pakarnya. Sebagai contoh, bagi seorang calon ahli kebidanan dan kandungan di negara persemakmuran, mereka harus lulus dulu bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi yang lebih dikenal RCOG (royal college obstetric and ginecology) part 1, baru boleh melanjutkan kebidang klinisnya, sedangkan bagi kita di Indonesia belum menjadi suatu keharusan. Makanya bagi mereka yang menggunakan modul pendidikan demikian, bisa bekerja dalam negara kelompok persemakmuran tersebut.

Apa yang salah?
Kalau demikian apa yang salah dalam pelayanan sistem kesehatan kita di Indonesia, sehingga masyarakat merasa nyaman berobat keluar negeri walaupun harus membayar mahal? Menurut saya, tidak ada yang salah dan tidak ada pula orang yang mutlak harus disalahkan, dan menjadi sebuah pertanyaan yang sulit dijawab.

Sebenarnya, seseorang berobat keluar negeri bisa dihubungkan pada masalah rasa/selera dan trust (kepercayan), dan tentu ini ya hak dia. Hal ini terus menjadi bahan renungan kami para dokter Indonesia dalam setiap pertemuan Nasional.

Saat penulis bertugas sebagai manajer pada bidang SDM dan pelayanan di RSUZA beberapa tahun lalu, topik ini serius dibahas bersama sejawat medis dan mitra kami paramedis atau nurse, dan kami coba melakukan perubahan masalah rasa pelayanan yang holistik. Bahkan, kadangkala ada staf yang kurang berkenan dan mempertanyakan; mengapa kami harus dilatih lagi? Dengan pelatihan service excellen bagi dokter, paramedis sampai para petugas penunjang lainnya, ternyata sangat bermanfaat.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help