SerambiIndonesia/

Daya Serap Anggaran Masih Rendah

KETUA Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Abdullah Saleh, juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengungkapkan, pembahasan berbagai rancangan qanun

Daya Serap Anggaran Masih Rendah
Wagub Nova Iriansyah, menyerahkan dokumen KUA dan PPAS 2018 kepada Wakil Ketua III DPRA, Dalimi disaksikan Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda, Kepala Bappeda Azhari Hasan, Asisten I, Kamaruddin Andalah, Asisten II, Syaiba Ibrahim dan Sekwan, A Hamid Zein di Gedung Banggar DPRA, Selasa (1/8). 

KETUA Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Abdullah Saleh, juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengungkapkan, pembahasan berbagai rancangan qanun sering berjalan tidak maksimal dan harus ditunda karena ada beberapa SKPA yang tidak hadir.

Misalnya terkait pembahasan Qanun Irigasi, Raqan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Perubahan Qanun Perkebunan. “Di internal SKPA tidak solid, akibatnya pembahasan qanun itu sering tertunda,” ujar Abdullah Saleh.

Ia juga menyinggung soal belum diserahkannya lima draft rancangan qanun prioritas 2017. “Kalau sekarang belum diserahkan, kapan lagi? Sementara di depan masih ada dua agenda besar yang harus diselesaikan DPRA, yakni KUA dan PPAS 2018 dan Perubahan 2017. Jadi jika nanti pengesahan anggaran terlambat, jangan salahkan DPRA, tapi tanyakan kepada eksekutif,” pungkas politisi Partai Aceh ini.

Abdullah Saleh menilai, memang sudah saatnya Kepala SKPA diganti. Sebab selain masalah draft raqan prioritas, ada beberapa indikator lain yang menunjukkan lemahnya kinerja SKPA. Seperti daya serap anggaran yang rendah, yang baru 33% dari Rp 14,7 triliun, masih ada 511 paket proyek yang belum dilelang, dan ada ratusan paketproyek yang belum ditentukan pemenangnya.

“DPRA sarankan kepada Gubernur, apabila kinerja pembangunan ingin cepat bergerak, segera lakukan fit and proper test bagi pejabat eselon II di jajaran Pemerintah Aceh,” pinta Abdullah Saleh.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help