Puskesmas Juli Cek Garam Siswa

Tenaga medis dari Puskesmas Juli 2 Bireuen, Jumat (4/8), melakukan pengecekan garam yang dibawa murid MIN Cot Meurak

Puskesmas Juli Cek Garam Siswa
Petani merebus air asin untuk proses pembuatan garam di lokasi Ladang Garam, Kecamatan Blang, Mangat, Lhokseumawe, Senin (30/9). SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

BIREUEN - Tenaga medis dari Puskesmas Juli 2 Bireuen, Jumat (4/8), melakukan pengecekan garam yang dibawa murid MIN Cot Meurak. Petugas ingin mengetahui apakah garam yang dibawa dari rumah masing masing tersebut beryodium atau tidak.

Kepala MIN Cot Meurak, Sardani kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan cara memanggil murid satu persatu, lalu petugas meneteskan iodium test pada setiap garam yang dibawa murid.

Murid terlihat sangat antusias memperhatikan perubahan pada garam setelah diberikan iodium test. Petugas juga menjelaskan, manfaat mengkonsumsi garam yodium di antaranya adalah untuk mencegah gondok dan pertumbuhan tubuh.

Salah seorang tenaga medis Puskesmas Juli 2, Armiati mengatakan, pemeriksaan atau tes garam dilakukan setiap dua bulan sekali di beberapa sekolah, di mana murid dianjurkan untuk membawa sedikit garam dari rumah masing-masing. “Kalau garamnya tidak beryodium, kita minta anak-anak untuk menyampaikan pada orang tuanya agar mengganti garam yang mereka konsumsi,” kata Nurbaiti.(yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved