SerambiIndonesia/

Segera Eksekusi Semua Terpidana Alkes

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe untuk segera mengeksekusi

Segera Eksekusi Semua Terpidana Alkes
google/net
Ilustrasi 

* Permintaan MaTA

LHOKSEUMAWE - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe untuk segera mengeksekusi dua terpidana lagi dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) tahun 2011 di Kota Lhokseumawe, yakni mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lhokseumawe Sarjani dan rekanan proyek Husaini. Pasalnya, hasil penelurusan MaTA, sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap kasasi kedua terpidana tersebut, yakni menguatkan hasil Putusan Tinggi (PT) Banda Aceh, di mana mereka masing-masing dihukum satu tahun penjara dan didenda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan penjara.

Untuk diketahui, pada tahun 2011, Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe melalui Dinas Kesehatan melakukan pengadaan alkes sebesar Rp 4,8 miliar. Memasuki tahun 2013, Kejari Lhokseumawe mulai mengusut pengadaan alkes tersebut, karena terindikasi korupsi. Di mana seluruh dana telah dicairkan, namun pengadaan alkes diduga tidak tuntas 100 persen. Bahkan, hasil audit BPKP, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar.

Dalam proses di tingkat kejaksaan, ditetapkan tiga orang tersangka, yakni Kadinkes Lhokseumawe Sarjani, kontraktor Husaini, dan BUD BPKAD Lhokseumawe Helma.

Pada proses persidangan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh awal tahun 2014, ketiga tersangka masing-masing divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan penjara. Selanjutnya, kasus ini sempat banding di Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh. Putusan yang keluar September 2014, PT menguatkan putusan Pengadilan Tipikor. Upaya hukum lanjutan yakni kasasi ke MA. Pada 1 Agustus 2017, Kejari Lhokseumawe yang mengaku sudah menerima putusan MA mengeksekusi Helma ke LP Lhokseumawe.

Staf Bidang Hukum dan Politik MaTA, Saryuli, melalui rilisnya yang diterima Serambi di Lhokseumawe, kemarin, menyebutkan, berdasarkan hasil penelusuran mereka, putusan MA terhadap ketiga terpidana kasus korupsi pengadaan alkes itu sudah turun, yang hasilnya menguatkan putusan PT. “Namun yang dieksekusi baru satu terpidana, sedangkan dua lagi sampai sekarang belum dieksekusi,” jelasnya. “Jadi, kita mempertanyakan kenapa dua lagi belum dieksekusi. Karena sudah seharusnya bila sudah ada putusan MA, maka terpidana harus segera dieksekusi,” tukas Saryuli.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help