SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Persiraja Didenda Rp 31 Juta

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan hukuman denda Rp31 juta untuk Persiraja

Persiraja Didenda Rp 31 Juta
Pemain Persiraja Banda Aceh, Agus Suhendra bersama Fani Aulia dan Yosua Pahabol meluapkan kegembiraan usai mencetak gol ke gawang pemain PSMS Medan dalam lanjutan pertandingan Liga Dua di Stadion H Dimurtala, Sabtu (5/8). Malam. Persiraja Banda Aceh unggul 2-0. SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan hukuman denda Rp31 juta untuk Persiraja. Hukuman itu terpaksa dijatuhkan menyusul keributan dalam derby Aceh ketika menjamu PSBL Langsa, Sabtu (29/7) malam di Stadion H Dimurthala, Lampineung.

Dalam sidang komdis Kamis (3/8) itu, panitia pelaksana didenda Rp 15 juta, Farizal Dillah Rp 4 juta karena kartu merah, serta Lutfhi Fauzi Hamdan Rp 2 juta untuk akumulasi kartu kuning. “Selain itu, komdis juga memberi denda tambahan Rp 10 juta bagi Farizal Dillah,” ungkap Sekretaris Persiraja, Rahmad Djailani kepada Serambi petang kemarin.

Terhadap keputusan komdis itu, Rahmad menuturkan, pihak Persiraja diberikan waktu selama 14 hari untuk melunasinya. Pun begitu, dia mengakui, manajemen Lantak Laju segera melakukan banding terhadap keputusan tersebut. Bahkan, Presiden Klub Persiraja, H Nazaruddin juga telah menyetujuinya.

Bagi Persiraja, ini merupakan denda untuk kedua kalinya pada musim kompetisi 2017. Sebelumnya, awak Persiraja juga didenda Rp 20 juta ketika pertandingan di Stadion Kota Langsa. Dengan demikian, dalam dua pertemuan dengan PSBL Langsa musim ini, maka Persiraja dipaksa merogoh kocek membayar denda Rp 51 juta.

Bahkan, usai derby di Kota Langsa di pekan kedua tersebut, Lantak Laju juga mengalami kerugian besar. Kecuali enam pemain inti yang didera cedera, Persiraja harus menerima keputusan komdis menyusul sanksi selama dua bulan untuk Ferry Komul. Kondisi serupa dialami juga oleh Farizal Dillah yang harus melewati melawan PSMS Medan.

Seperti diketahui, dalam derby yang berlangsung Sabtu (29/7) di Stadion H Dimurthala, Lampineung, kerapkali diwarnai dengan aksi tawuran antarpemain, dan lemparan botol air mineral. Pelemparan tersebut menyusul aksi provokasi kiper PSBL Langsa, Zulbara pada babak pertama. Demikian juga pada menit 20, saat wasit mengusir Farizal Dillah dan pemain PSBL, M Nazar.

Presiden Klub Persiraja, H Nazaruddin kepada Serambi menyebutkan, punggawa Lantak Laju menerima bonus Rp 64 juta. Bonus besar bagi Vivi Asrizal dkk setelah mencatat hasil memuaskan seusai menekuk PSMS Medan, 2-0, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Sabtu (5/8) malam. Ini merupakan kekalahan pertama PSMS di Liga 2 musim 2017.

Bonus tersebut berasal dari Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman Rp 20 juta, dan pengusaha Ade Zulfadli Rp 25 juta. Kemudian Jamal, Miswar, dan manajer H Nazaruddin Pak Guru masing-masing Rp 5 juta.

“Dek Cut dan Harisman juga turut memberikan bonus masing-masing Rp 2 juta. Terima kasih banyak atas perhatian simpatisan Persiraja kepada pemain kami,” ungkap Dek Gam--sapaan akrab Nazaruddin--.

Pada kesempatan itu, Dek Gam melaporkan, hasil penjualan tiket dalam dua pertandingan kandang bagi Palestina telah disumbangkan.

Kemarin, manajemen Persiraja telah menyerahkan dana itu kepada panitia tabligh akbar zikir dan doa bersama dari Aceh untuk Palestina di halaman Masjid Raya Baiturrahman. “Sesuai dengan komitmen kita, 10 persen dari hasil pertandingan kandang kita sumbangkan kepada Palestina,” sebutnya.

Dek Gam mengucapkan terima kasih banyak kepada penonton, SKULL, Laskar Rencong Mania, serta publik Kota Banda Aceh yang terus memberikan dukungan terhadap perjuangan Persiraja. Dari suport tersebut, Agus Suhendar dkk sukses mengalahkan PSBL Langsa 1-0, serta mematahkan rekor PSMS Medan 2-0.

“Pekan ini, kita akan melakoni partai berat menghadapi PSPS Riau. Ini pertandingan penting bagi kita. Mari sama-sama kita memberi dukungan kepada pemain, supaya mereka kembali mencatatkan hasil maksimal di kandang,” ajak Presiden Klub Persiraja, tadi malam. (ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help