SerambiIndonesia/

Duduk di Depan atau Belakang, Mana Lebih Berbahaya Saat Kecelakaan Mobil?

Dalam posisi tersebut tubuh penumpang depan dan belakang disadari atau tidak, bisa terbawa maju ke depan.

Duduk di Depan atau Belakang, Mana Lebih Berbahaya Saat Kecelakaan Mobil?
Ilustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakang (theaustralian.com.au) 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Sebagian orang menggangap kursi penumpang baris kedua atau ketiga pada mobil lebih aman dibandingkan baris pertama ketika terjadi kecelakaan.

Alasan ini juga yang kerap membuat sabuk keselamatan (seat belt) pada kursi penumpang belakang tidak digunakan.

Tapi dalam kenyataan ternyata tidak demikian. Dilansir dari Autoevolution, untuk menggambarkan pentingnya sabuk keselamatan, dicontohkan saat mobil sedang melakukan deselerasi dari kecepatan tinggi, baik karena mengerem atau mengurangi gas.

Baca: Bus Sekolah Terguling Akibat Sarat Penumpang

Dalam posisi tersebut tubuh penumpang depan dan belakang disadari atau tidak, bisa terbawa maju ke depan.

Hal ini 10 kali lipat berbahaya bila pengemudi melakukan hard braking, otomasis penumpang belakang tanpa seat belt akan terpental hingga ke depan.

bahkan tidak menutup kemungkinan bisa hingga menembus kaca depan mobil.

Dari hal tersebut timbul persepsi yang beranggapan masih terlindungi dengan adanya sandaran jok depan saat terjadi benturan.

Namun pemikiran tersebut dibantah oleh studi yang dilakukan oleh Insurance Institue for Highway Safety (IIHS) Amerika Serikat. 

IIHS mengatakan sebenarnya dalam kondisi kecelakaan, penumpang belakang memiliki potensi yang sama tinggi dengan penumpang di depan.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help