SerambiIndonesia/

Mer-C Galang Dana untuk Bangun RS di Myanmar

Dalam rangka melakukan upaya diplomasi kemanusiaan dan politik di Myanmar, Medical Emergency Rescue

Mer-C Galang Dana untuk Bangun RS di Myanmar
Presidium Mer-C, Dr Sarbini Abdul Murad menyerahkan draf rencana pembangunan rumah sakit di Myanmanr, kepada Wakil Redaktur Pelaksana Serambi Indonesiaz Nasir Nurdin di Kantor Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (8/8). SERAMBI/ SUBUR DANI 

BANDA ACEH - Dalam rangka melakukan upaya diplomasi kemanusiaan dan politik di Myanmar, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) membangun sebuah rumah sakit di kawasan Rakhine, Myanmar. Untuk tujuan tersebut Mer-C menggalang bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak termasuk membuka kesempatan bagi masyarakat Aceh.

Informasi tersebut disampaikan oleh Presidium Mer-C, Dr Sarbini Abdul Murad, saat berkunjung ke kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (8/8). Kedatangan Dr Sarbini bersama dua relawannya disambut oleh Wakil Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Nasir Nurdin dan Manager Iklan, Hari Teguh Patria.

“Kita akan membangun rumah sakit di sana, tujuannya agar umat Muslim dan Budha bisa hidup rukun dan damai. Rumah sakit adalah tempat netral yang akan menjadi sarana berbaur masyarakat dari kedua belah pihak,” sebut Sarbini.

Ia mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine itu memerlukan biaya sekitar Rp 25 miliar, biayanya memang tidak sebesar biaya untuk pembangunan rumah sakit di Palestina beberapa waktu lalu, yang mencapai Rp 150 miliar. “Rumah sakit ini lebih kecil, seperti puskesmas. Tidak seperti rumah sakit di Ghaza, tapi nanti tenaga medis dan sarana prasanannya tetap terbaik dan profesional,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pembangun rumah sakit di Myanmar, Mer-C sudah melakukan MoU dengan pihak kontraktor pada 26 Mei 2017. Pekerjaan sudah mulai dilaksanakan dengan pembuatan pagar dan pengerukan. Tahap selanjunya, yaitu pembangunan konstruksi akan dimulai pada bulan Oktober atau November tahun ini. “Sekarang sedang musim hujan makanya pekerjaan konstruksi belum bisa dilaksanakan,” katanya.

Ditargetkan, rumah sakit ini akan selesai pada 2018. Dr Sarbini juga menyebutkan, rumah sakit ini terletak di lokasi strategis di pinggir jalan provinsi yang menghubungkan Sittwe dan Yangon. “Lokasinya mudah dijangkau oleh warga Muslim dan Budha. Semoga pembangunannya tidak terkendala apapun dan segera selesai,” pungkasnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help