SerambiIndonesia/
Home »

Sport

PSPS Sesumbar Menang di Aceh

PSPS Pekanbaru memasang target tinggi ketika melakoni partai tandang ke Stadion H Dimurthala, Lampineung

PSPS Sesumbar Menang di Aceh
Dua Pemain Persiraja Banda Aceh Ahmad Yani dan Kurniawan berusaha menahan laju striker PSPS Pekanbaru Muhammad Renggur saat lanjutan Torabica Super Champions (ISC) B 2016 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, 

* Tantang Persiraja di Lampineung

PEKANBARU - PSPS Pekanbaru memasang target tinggi ketika melakoni partai tandang ke Stadion H Dimurthala, Lampineung, Sabtu (12/8) malam. Menghadapi tuan rumah Persiraja di Liga 2 Indonesia musim 2017, PSPS bertekad meraih poin penuh.

Sejak Grup I Liga 2 dimulai, skuad PSPS belum pernah sama sekali mengalami kekalahan di laga tandang. Atas dasar itulah, Pelatih PSPS Pekanbaru, Philep Hansen Maramis sangat yakin timnya menang agar bisa kembali bertahan di peringkat kedua klasemen sementara.

Untuk meraih kemenangan di kandang Persiraja, kata Philep, dirinya akan memakai taktik menyerang untuk meraih kemenangan. “Jadi, agar bisa meraih poin, kami akan berusaha bermain bagus. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat,” ujar Philep kepada Tribun, Selasa (8/8).

Pada laga kandang itu, Philep kemungkinan akan mempercayakan lini depan kepada pemain naturalisasi asal Afrika, Herman Dzumafo Efandi dan Fiwi Dwipan. “Sedangkan untuk sektor tengah tak ada perubahan, dan begitu juga untuk pertahanan. Sebab pemain kita tidak ada yang absen,” tegasnya.

Seperti diketahui, PSPS dalam laga pertamanya melawan Persiraja di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, mereka berhasil menang 1-0. Gol tunggal PSPS berhasil dicetak striker asal Papua, Ananias pada menit 77 melalui penalti kontroversial. Kala itu, pemain tim tuan rumah, Firman Septian melakukan aksi diving dalam kotak terlarang.

Saat ini, kata Philep lagi, seluruh pemain masih menjalani latihan rutin. Hari ini PSPS latihan terakhir di lapangan Komplek Chevron Rumbai.

Saat melakoni partai kandang di pekan-10, Askar Bertuah memiliki modal berharga. Ya, mereka baru saja menuai kemenangan atas tuan rumah 757 Kepri Jaya FC di Stadion Gelora Citramas, Batam. Ketika itu, Defri Riski dkk menang 2-1 setelah sebelumnya tertinggal oleh gol Rahmat Latief. Namun, mereka sukses membalikkan keadaan berkat gol Ichsan Pratama, dan Julkarnaein.

Kecuali itu, pekan lalu, Gianluca dkk tak bermain akibat mundurnya Pro Duta FC Jakarta. Ternyata, untuk menjaga penampilannya, mereka memilih uji coba dengan tim Porda Kampar. Tentu saja, dengan tidak bermain akan memberi keuntungan karena pemain masih bugar, dan juga fisik akan terjaga.

Philep Hansen mengaku Liga 2 merupakan kompetisi yang terkejam, karena hanya posisi 1 dan 2 saja yang lolos. Kemudian kata Philep, dalam pertandingan seharusnya yang berperan untuk meraih kemenangan adalah pemain, dan pelatih. “Tapi dalam kompetisi ini nampaknya wasit juga berperan menentukan kemenangan dan itu selalu yang beruntun tuan rumah,” ujar Philep.

Jika hal ini terus terjadi, tambah Philep tentunya sangat susah sepakbola di Indonesia ini bisa maju dan berjaya. “Untuk itulah saya mengharapkan sekali agar PSSI bisa menertibkannya,” ucap mantan juru latih tim Porwil Riau.

Tuan rumah Persiraja harus mewaspadai dengan rekor pertandingan tandang PSPS Pekanbaru. Betapa tidak, mereka berhasil meraih 10 angka di partai away. Keberhasilan ini semakin menunjukkan jika Askar Bertuah begitu dahsyat ketika bermain di luar kandang.

Defri Riski dkk sukses membekap tuan rumah Persih Tembilahan 3-1, Pro Duta FC Jakarta (3-0), PSBL Langsa (0-0), dan terakhir mampu mempermalukan 757 Kepri Jaya FC di Batam (2-1). Kemenangan dalam laga away membuat sang juru latih, Philep Hansen Maramis mengaku, mereka lebih senang bermain tandang daripada kandang.

Bukti nyata dari PSPS untuk meneror Persiraja terekam jelas pada musim 2013. Kala itu, anak-anak Pekanbaru sukses membungkam tim Lantak Laju 2-1 di Lampineung. Karena itulah, mereka kini kembali mengincar angka di kandang Persiraja. Tamu boleh saja target tiga angka, namun Persiraja akan menghadangnya.

Bagi Mukhlis Nakata, Fani Aulia, Vivi Asrizal, dan Agus Suhendar menilai kalau ini pertandingan penting. Guna menjaga peluang tim berada di papan atas, mereka tak boleh draw ataupun kalah. Kalau tak sampai menang, Persiraja akan langsung tersingkir dari peta persaingan Grup 1. Tentu saja, hal ini tak mau diterima penonton, suporter, dan publik Banda Aceh. Kalau begitu, mari berjuang di laga krusial itu! (tribunnews/ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help