SerambiIndonesia/

Ramai-ramai Warga Laporkan Dugaan Korupsi Dana Gampong ke Jaksa

Ada tiga item kegiatan yang didanai ADG tahun 2016 di Gampong Seunebok Jalan, Kecamatan Idi Tunong, yang patut diduga terjadi penyalahgunaan.

Ramai-ramai Warga Laporkan Dugaan Korupsi Dana Gampong ke Jaksa
ILUSTRASI -- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Timur yang dipimpin Kasi Pidsus Helmi A Azis SH, saat hendak memasukan Keuchik Gampong Keude, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, T Sufri Munawar, ke dalam rumah tahanan negara kelas II B Kajhu, Banda Aceh, Sabtu (4/3). T Sufri Munawar ditahan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dana Gampong Keude, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, tahun anggaran 2015. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Puluhan warga dari Gampong Seunebok Jalan, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Rabu (9/8/2017) menyerahkan dokumen dugaan penyalahgunaan alokasi dana gampong (ADG) tahun 2016 ke Kejaksaan Aceh Timur.

Selain berisi dokumen dugaan penyalahgunaan dana ADG, warga juga menyerahkan surat yang berisi nama dan foto kopi KTP warga yang mendukung dugaan penyewelangan dana ADG itu dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Timur.

Berkas ini diserahkan perwakilan warga yakni Muhammad (33) dan Hasbi (52) dan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Aceh Timur, M Ali Akbar SH MH, melalui Kasi Intel Khaerul Hisyam SH di kantor Kejaksaan setempat.

Juru bicara warga, Ismail kepada wartawan mengatakan, ada tiga item kegiatan yang didanai ADG tahun 2016 di Gampong Seunebok Jalan, Kecamatan Idi Tunong, yang patut diduga terjadi penyalahgunaan anggarannya.

Pertama kata Ismail, tentang upah kerja pembangunan saluran beton 183 meter di Dusun Bahagia.

Dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2016, kata Ismail, upah kerja sampai selesai tertulis Rp 23,6 juta. Sedangkan, yang dibayarkan kepada warga Rp 13,5 juta sampai selesai. Pekerja merupakan warga gampong setempat.

Selain itu dalam LPJ, sambung Ismail, untuk pembangunan saluran beton ada pembelian kereta sorong empat unit, dan air bersih untuk aduk semen.

"Padahal kedua item ini (kereta sorong dan air bersih) ini fiktif," ungkap Ismail.

Selain itu, dugaan penyalahgunaan dana ADG tahun 2016 juga pada kegiatan pembukaan jalan gampong di Dusun Lueng Hagu 473 meter. (*)

Baca berita selengkapnya di Harian Serambi Indonesia edisi Kamis (10/8).

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help