SerambiIndonesia/

Rokok Penyebab Kemiskinan di Aceh

ingginya tingkat konsumsi rokok pada masyarakat Aceh--termasuk mereka yang berpenghasilan

Rokok Penyebab Kemiskinan di Aceh
Shutterstock

BANDA ACEH - Tingginya tingkat konsumsi rokok pada masyarakat Aceh--termasuk mereka yang berpenghasilan rendah--menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Tanah Rencong. Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan, usai Talkshow bersama Kompas TV Aceh, Senin (7/8) di Studio Kompas TV, gedung Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang, Pagar Air, Aceh Besar.

Azhari menjelaskan, angka kemiskinan di Aceh saat ini naik menjadi 16,89 persen, dengan kisaran jumlah penduduk miskinnya mencapai 872 ribu jiwa. Jika dilihat dari penyebabnya, rokok menyumbang 13,4 persen kemiskinan di kawasan perkotaan, sedangkan kawasan pendesaan mencapai 10,6 persen.

Selain itu, bensin juga menyumbang kemiskinan hingga 3,2 persen di perkotaan dam 2,57 persen di pendesaan. Sedangkan kebutuhan beras yang merupakan kebutuhan pokok menduduki peringkat pertama. “Maka kalau sekarang orang mau menurunkan konsumsi rokok, maka secara signifikan angka kemiskinan di Aceh akan turun. Kemudian kita harus menjaga inflasi,” ujar Azhari Hasan kepada Serambi.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga harus menjaga inflasi, terutama terhadap kebutuhan pokok. Karena jika kebutuhan utama ini naik maka masyarakat miskin akan tidak sanggup membeli karena terjadinya pembengkakan pengeluaran.

Ke depan, lanjutnya, Gubernur Aceh berencana membuat aturan retribusi lagi terhadap rokok. Karena dengan tingginya perokok akan berdampak pada kesehatan, yaitu meningkatnya orang sakit. Akhirnya biaya pemerintah yang dikeluarkan untuk mengobati perokok yang sakit juga akan meningkat.

Dalam upaya menurunkan kemiskinan, pemerintah Aceh pada 2018 akan menganggarkan Rp 900 miliar untuk menurunkan angka kemiskinan. Dana itu akan digunakan untuk pemberdayaan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Azhari Hasan mengatakan, jika dilihat dari persentasi kemiskinan, Gayo Lues (Galus) menjadi kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Aceh yaitu di atas 20 persen, selain itu juga ada Singkil dan Simeulue. Sementara Banda Aceh menjadi daerah dengan kemiskinan terendah yaitu sekitar 10 persen.

Namun, lanjutnya, jika melihat dari jumlah penduduk miskin, maka kabupaten dengan penduduk terbanyak menjadi lumbung masyarakat miskin, angkanya melebihi jumlah di Gayo Lues. Kabupaten dengan penduduk miskin terbanyak yaitu Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Pidie, dan Pidie Jaya.

Sementara data yang dipaparkan Direktur IDeAS, Munzami Hs daerah dengan angka kemiskinan tertinggi yaitu Gayo Lues (21,86 persen), Aceh Singkil (21,60 persen), Bener Meriah (21,43 persen), Pidie (21,25 persen) dan Pidie Jaya (21,18 persen). Pidie, Aceh Utara, dan Aceh Selatan menjadi daerah yang kemiskinan terus naik, sedangkan Aceh Barat daerah yang kemiskinan terus turun.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help