SerambiIndonesia/

Disbudpar Aceh Seminarkan Pakaian Adat, Ini Tujuannya

Seminar tersebut menghadirkan kalangan seni, budaya, dan adat sebagai narasumber.

Disbudpar Aceh Seminarkan Pakaian Adat, Ini Tujuannya
IST
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyelenggarakan seminar 'Pakaian Adat Aceh' di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Kamis (10/8). 

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, ACEH – Pakaian merupakan kekayaan kriya nusantara.

Untuk melindungi dan melestarikannya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyelenggarakan seminar 'Pakaian Adat Aceh'.

Acara berlangsung di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Kamis (10/8).

"Tujuan dari seminar ini untuk pelestarian, menggali kembali, sekaligus pengembangan pakaian adat. Jadi bagaimana caranya pakaian adat dipakai dalam keseharian," papar Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi.

Baca: Teuku Riefky Kenakan Pakaian Aceh di Paripurna DPR

Seminar tersebut menghadirkan kalangan seni, budaya, dan adat sebagai narasumber.

Mereka adalah Badruzzaman Ismail, Nurdin AR, Herawati, Darwis A Soelaiman, dan Barlian AW dengan moderator, Yarmen Dinamika.

Melalui seminar itu juga ditegaskan bahwa, dalam adat Aceh posisi berdiri pengantin laki-laki harus di sebelah kanan sedang pengantin perempuan di sebelah kiri.

Hal ini mempunyai makna filosofis tersendiri.

Seminar juga dirangkai dengan pagelaran busana karya empat desainer yang mengusung tema pakaian etnik Aceh.

Baca: Disbudpar Luncurkan Kalender Even The Light of Aceh

Reza menambahkan, pakaian adalah suatu produk yang dinamis sehingga untuk perlu upaya untuk perlindungan pakaian adat.

Dalam kesempatan tersebut, para desainer ditantang untuk mengeluarkan ide bagaimana cara memasyarakatkan pakaian adat.

"Capaian dari kegiatan ini bagaimana pakaian adat itu dilegalkan dalam qanun (Perda). Tapi perjalanan menuju ke sana masih panjang," imbuh Reza.

Nah! Bagaimana menurut kamu?

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help