SerambiIndonesia/

Jawab Soal Tudingan Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Kenapa Takut Utang? Harta Kita Banyak

Kecilnya penerimaan negara dipengaruhi banyak faktor mulai dari lesunya ekspor impor hingga loyonya penerimaan pajak.

Jawab Soal Tudingan Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Kenapa Takut Utang? Harta Kita Banyak
KOMPAS.COM
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, di diskusi Forum Merdeka Barat 9, Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017). 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia tidak dalam kondisi darurat utang.

Sekadar informasi, utang pemerintah sudah mencapai Rp 3.667 triliun per 30 April 2017, naik Rp 201 triliun dibandingkan posisi Desember 2016.

Hal itu dikemukakan Sri saat menjadi bintang tamu pada program Rosi yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (10/8/2017) malam.

Dalam program itu hadir pula Kasi Penilaian Sumber Daya Alam Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Ahmad Fauzi. Fauzi bertugas melakukan penilaian hutan.

Presenter Rosiana Silalahi sempat heran dengan pekerjaan Fauzi yang dipandang aneh tersebut.

"Kemenkeu inisiatif menyajikan nilai sumber daya alam, semua sumber daya alam dari hutan sampai laut. Kami belajar menilai hutan, diukur," jelas Fauzi.

Menjadi seorang penilai hutan, Fauzi mau tak mau harus masuk ke dalam hutan belantara. Di sana, ia melakukan penilaian terhadap seluruh "kekayaan" Indonesia yang ada di dalam hutan.

Menjelaskan apa maksud penilaian tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa seluruh kekayaan negara, baik di bumi, air, dan sebagainya merupakan milik negara.

Semua itu masuk ke dalam kekayaan negara yang dihitung dan merupakan kekayaan untuk masa depan Indonesia pula.

"Jadi kenapa takut utang? Harta kita itu masih banyak sekali," ujar Sri Mulyani

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help